Inilah 6 Tips Memilih Sekolah Terbaik, Nomer 1 yang Paling Penting




Memberikan pendidikan kepada anak merupakan tanggung jawab orang tua. Namun karena keterbatasan dan lain hal, orang tua mempercayakan pendidikan anak ke sekolah. Nah, di sinilah orang tua harus mempunyai pertimbangan yang matang dalam memilih sekolah. Jangan sampai memilih sekolah karena gengsi dan ikut-ikutan. Orang tua harus memilik alasan dan pertimbangan yang matang.
Ada enam tips bagi orang tua yang sedang mencari dan memilihkan sekolah untuk sang buah hati. Tips ini dapat menjadi pertimbangan bagi orang tua agar tidak salah dalam memilih sekolah. Tips yang paling penting adalah mencari informasi sebanyak-banyak berkaitan dengan sekolah yang dituju. Bisa melalui brosur, testimoni orang tua, atau observasi langsung ke sekolah. Berikutnya, pertimbangkan hal-hal berikut ini :

1.       Kompetensi dan kesalehan guru

dok.JIC

Mempercayakan anak ke sekolah berarti mempercayakan pendidikan anak kepada para guru. Semua orang tua tidak ingin pendidikan anak diserahkan kepada orang yang tidak tepat. Salah-salah anak akan menjadi korban. Maka carilah sekolah yang didalamnya terdapat guru-guru  berkarakter baik. Guru-guru yang bisa menjadi teladan. Pilih sekolah yang serius memperhatikan kompetensi guru. Yakni guru-guru yang memiliki kepribadian yang baik, professional, memiliki jiwa pendidik, sayang dan peduli kepada anak, dan memiliki kompetensi sosial yang baik. Dan yang lebih penting lagi adalah terdapat guru-guru yang saleh. Tidak hanya saleh ketika di sekolah tetapi juga di luar sekolah. Hanya guru-guru yang saleh yang mampu membimbing dan mengantarkan anak-anak yang saleh.

2.       Budaya Sekolah

dok.kompasiana.com
Anak-anak akan bertumbuh dan berkembang dengan baik ketika berada di lingkungan yang baik. Sebaliknya anak-anak yang memiliki potensi hebat akan sulit berkembang, akan “layu dan mati” ketika berada di lingkungan dan budaya yang kurang baik. So, carilah sekolah yang memiliki budaya yang baik. Sekolah yang menerapkan pembiasaan-pembiasan yang positif. Misalnya : pembiasaan antri makan, antri wudhu, merapikan sandal, shalat jama’ah, berkata baik (no bullying), tidak ada budaya menyontek, menjaga kebersihan, dan lain-lain. Karena anak yang berkarakter positif lahir dari pembiasaan-pembiasan yang positif (good habits culture).

3.       Kurikulum dan proses belajar mengajar


Untuk yang ketiga ini, orang tua harus lebih banyak mengamati dan berdiskusi dengan pihak sekolah. Apa fokus kurikulum yang diterapkan dan bagaimana proses pembelajarannya? Sehingga orang tua mengetahui, target apa yang akan dicapai setelah lulus dari sekolah. Anak memiliki kompetensi  atau kemampuan apa setelah lulus. Kemudian bagaimana proses pembelajaranya? Apakah sudah sesuai dengan tahapan tumbuh kembang anak atau tidak. Metode dan model apa yang digunakan dalam pembelajaran. Karena pembelajaran yang baik adalah dengan memberikan pengalaman belajar bagi anak (learning by doing). Cause, Experience is the best teacher.    

4.       Sesuai dengan bakat dan minat anak


Sekolah yang dipilih adalah sekolah yang memperhatikan potensi, bakat, dan minat anak. Setiap  anak memiliki kecenderungan dan potensi masing-masing. Sebagaimana teori Multiple Intelegence , ada delapan teori kecerdasan, yaitu logika matematika, bahasa, intrapersonal (memahami disi sendiri), interpersonal (memahami orang lain), kinestetik/jasmani, visual ruang, musikal, dan naturalis. Jika anak memiliki kecerdasan matematika sebaiknya tersalurkan dengan baik potensinya. Maka pilihlah sekolah yang memfasilitasi potensi tersebut. Termasuk anak dengan kecerdasan-kecerdasan yang lain.

5.       Fasilitas pendukung pembelajaran



Megahnya sarana dan prasarana serta terpenuhinya fasilitas memang bukan jaminan anak menjadi sukses. Karena rata-rata orang hebat terlahir dari sekolah-sekolah yang penuh keterbatasan.  Namun demikian, saya membayangkan bagaimana jika mereka orang-orang hebat saat itu terpenuhi fasilitas pendukung pembelajarannya. Mungkin tidak hanya hebat, tetapi bisa jadi sangat hebat. Maka yang terpenting adalah bagaimana sekolah mampu memanfaatkan dengan baik fasilitas yang ada untuk pembelajaran. Karena banyak sekolah-sekolah memiliki fasilitas serba mewah tetapi tidak bisa menggunakannya untuk pembelajaran dengan baik.

6.       Biaya dan lokasi terjangkau



Yang terakhir, sekolah yang dituju sesuai bajet keuangan. Jangan tergoda oleh gengsi, pilihlah sekolah yang biayanya sesuai kemampuan. Jangan memaksakan diri, jika akhirnya justeru menjadi beban bagi sekolah. Namun demikian, jika orang tua memiliki tekad yang kuat demi suksesnya anak, tanggung jawab biaya pendidikan bukanlah persoalan. Insya Allah, akan dimudahkan rezeki orang tua demi anak yang sedang menimba ilmu. Selain itu, lokasi sekolah yang dituju terjangkau. Sehingga intensitas bertemu dengan anak lebih banyak. Dan kedekatan orang tua dengan anak tetap terjalin.

Demikian enam tips memilih sekolah yang terbaik untuk anak. Tentunya ayah bunda juga sudah memiliki tips dan pertimbangan sendiri-sendiri. Silakan ditambahkan, supaya lebih lengkap. Semoga bermanfaat !

BACA JUGA : SD Swasta Terbaik di Kota Tuban 
 
Referensi : dari berbagai sumber
dok.gmbar : dari freepik.com & pixabay.com

0 Comments