Widget HTML Atas

Dampak Sampah dan 5 Cara Mengelolanya

cara mengelola sampah

Dampak sampah dan 5 cara mengelolanya.- Sampah merupakan masalah yang tak pernah terselesaikan hingga saat ini, meskipun beberapa negara maju telah menindak tegas orang-orang yang suka membuang sampah sembarangan, namun belum juga membuat para pembuang sampah sembarangan menjadi jera, apalagi dengan negara berkembang yang bahkan belum memiliki undang-undang yang jelas mengenai permasalahan ini.

Sampah adalah suatu bahan yang terbuang atau dibuang yang ditimbulkan dari aktivitas manusia. Setiap aktivitas manusia menimbulkan sampah. Dari aktifitas ini muncul sumber-sumber sampah antara lain: sampah rumah tangga, sampah yang dihasilkan oleh rumah tangga berupa sisa makanan, bahan dan peralatan yang sudah tidak dipakai lagi, bahan pembungkus, kertas, plastik dsb.

Dari tempat perdagangan seperti pasar, supermarket, toko, warung. Sampah yang dihasilkan berupa bahan dagangan yang rusak, buah, sayur, kertas, plastik, karton dsb.

Berikutnya adalah sampah industri. Jenis sampah yang dihasilkan ada sampah yang beracun. Industri sering kali membuang sampah di sekitar pabrik, sehingga menimbulkan pencemaran lingkungan.

Dampak dari Sampah

Sampah-sampah yang bersumber dari aktifitas manusia tersebut jika tidak dikelola dengan baik tentu akan menimbulkan dampak yang tidak baik. Dampak itu antara lain:

Pertama, dampak terhadap kesehatan. 

Sampah dapat membawa dampak yang buruk lingkungan. Bila sampah dibuang secara sembarangan atau ditumpuk, maka akan menimbulkan berbagai dampak kesehatan yang serius. Tumpukan sampah rumah tangga yang dibiarkan akan mendatangkan tikus dan serangga (lalat, kecoa, lipas, kutu, dan lain-lain) yang membawa kuman penyakit.

Lalat hidup dari sisa makanan dan berkembang biak ditempat sampah. Lalat dapat menjadi pembawa utama dari kuman bakteri yang menyebabkan diare. Tikus diketahui dapat pembawa penyakit seperti tipus, leptosprirosis, salmonellosis, pes dan lain-lain. Sedangkan serangga (lalat, kecoa, lipas, kutu, dan lain-lain) dapat membawa berbagai bakteri yang menyebabkan penyakit disentri dan diare.

Nyamuk akan berkembang biak pada air yang tergenang di sekitar sampah. Nyamuk membawa kuman yang dapat menyebabkan malaria bahkan demam berdarah. Penyakit karena jamur dapat juga menyebar, misalnya jamur kulit.

Sampah beracun bila dibuang ke sungai atau ke laut akan mencemari sungai atau laut. Di Jepang sekitar 40.000 orang meninggal akibat memakan ikan yang telah tercemar oleh raksa (Hg). Raksa ini berasal dari sampah yang dibuang ke laut oleh pabrik yang memproduksi baterai dan akumulator (Accu).

Dampak yang kedua adalah dampak terhadap lingkungan. 

Cairan sampah yang masuk ke dalam sungai akan mencemari air. Berbagai makhluk hidup termasuk ikan akan mati. Sehingga beberapa spesies akan lenyap dan hal ini mengakibatkan berubahnya ekosistem perairan biologis.

Sampah yang dibuang di jalan dapat menghambat saluran air. Air yang tergenang menjadi tempat berkubang bagi nyamuk penyebab malaria. Sampah yang menyumbat saluran air atau got dapat menyebabkan banjir.

Sampah yang dibuang ke sungai selain mencemari sungai juga dapat menyebabkan banjir. Ketika banjir, air dalam got yang tadinya dibuang keluar oleh setiap rumah akan kembali masuk ke dalam rumah sehingga semua kuman, kotoran dan bibit penyakit masuk lagi ke dalam rumah.

5 cara mengelola sampah

Agar sampah tidak berdampak terhadap kesehatan dan lingkungan maka sampah-sampah tersebut harus dikelola dengan baik. Salah satu cara pengelolaan sampah secara sederhana dimulai dari sumbernya dengan prinsip 5M. Lima M adalah singkatan dari memilah, mengurangi, menggunakan kembali, mendaur ulang, dan mengomposkan.

Pertama, memilah sampah.

Memilah sampah adalah memisahkan antara jenis sampah yang satu dengan jenis yang lainnya. Sampah dipilah menjadi dua jenis sampah yaitu sampah basah dan sampah kering atau sampah organik dan sampah an-organik. Masing-masing jenis sampah dimasukan ke dalam wadah yang berbeda. Berbagai bentuk dan bahan wadah pemilahan dapat digunakan.

Kedua, mengurangi sampah.

Mengurangi sampah adalah mengurangi segala sesuatu yang menyebabkan timbulnya sampah. Mengurangi sampah sebaiknya dimulai dari sumbernya dan menghemat pemakaian barang. Misalnya dengan membawa tas belanja saat ke pasar sehingga dapat mengurangi sampah plastik dan mencegah pemakaian styrofoam, mengurangi kemasan yang tidak perlu, menggunakan kemasan yang dapat didaur ulang, misalnya bungkus nasi menggunakan daun pisang atau daun jati.

Ketiga, menggunakan kembali.

Mengunakan kembali sampah yang masih dapat digunakan jangan langsung dibuang, tetapi sebisa mungkin digunakan kembali baik untuk fungsi yang sama maupun untuk fungsi yang lain. Misalnya menulis pada kedua sisi kertas dan menggunakan botol isi ulang, ban bekas dimodifikasi jadi kursi atau pot bunga.

Keempat, mendaur ulang.

Mendaur ulang yaitu mengolah sampah menjadi produk baru, contohnya sampah kertas diolah menjadi kertas daur ulang/kertas seni/campuran pabrik kertas, sampah plastik kresek diolah menjadi kantong kresek. Sampah kertas dapat dibuat hasta karya, demikian pula dengan sampah kemasan plastik mie instan, sabun, minyak, dan lain-lain.

Kelima, mengkomposkan sampah.

Kelima, mengkomposkan. Sampah basah misalnya sisa makanan, daun-daun yang gugur dapat dibuat kompos dan digunakan sebagai penyubur tanaman maupun penghijauan.

Demikian, 5 M dalam mengelola sampah. Selanjutnya, agar tidak berhenti di teori, mari kita mulai dengan 3 M. Mulai dari hal yang terkecil dan termudah, Mulai dari sekarang, dan Mulai dari diri sendiri.

baca : Tips memilah sampah biar berkah

sumber: Pendidikan lingkungkan Hidup jilid 4 (BLH Jawa Timur) 2009

20 comments for "Dampak Sampah dan 5 Cara Mengelolanya"

  1. Wah saya baru tau 5M. Di daerah saya sendiri masih belum terjamah tentang cara mengolah sampah yang baik dan benar. Semoga masyarakat bisa lebih aware tentang masalah ini dan tidak hanya menjadi catatan yang selalu tidak kunjung terealisasi

    ReplyDelete
    Replies
    1. Ya kak, kalo belum bisa 5 M,setidaknya 1 M dulu.

      Delete
  2. Meskipun masuk dalam kategori sampah, tapi ada juga yang masih bisa dimanfaatkan. Sudah ada home industry yang saat ini mulai menggeliat karena membuat kreativitas dari daur ulang sampah. Makin kreatif dan inovatif jadinya. Keren ya.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Semakin banyak orang yang kreatif dan peduli dengan persoalan sampah, lambat laun masalah sampah akan teratasi ya

      Delete
  3. Mengomposkan sampah nih aku masih pe-er banget. Padahal anakku rajin euy. Malah aku yang main buang gitu aja. Kalau sampah anorganik dan organik sih sudah dipilah. Mulai ah, mengelola sampah dengan benar. Trims remindernya...

    ReplyDelete
  4. Saya menerapkan poin dalam mengolah sampah. Memilah jenis sampah dan membuangnya pada tempat yang telah disediakan.

    ReplyDelete
    Replies
    1. paling tidak kita sudah menjalan 1 diantara 5 M ya kak

      Delete
  5. Di tempat saya belum saya liat yang ada mengelolahnya

    ReplyDelete
  6. Entah kenapa sampah saya paling banyak adalah sampah basahnya. Tapi walaupun sampah kering ya masih kurang disiplin memilahnya.. duh mesti belajar lagii inij

    ReplyDelete
  7. Sampah adalah masalah serius bangsa kita. Kapan hari membaca berita bahwa salah satu negara di Eropa (lupa namanya) adalah pengimpor sampah dalam jumlah besar. Negara tersebut sangat kekurangan sampah. Impor sampah mereka perlukan sebagai bahan dasar untuk sumber energi.

    Selain kita melakukan 5M, bisa nggak sih kondisi serupa kita terapkan di Indonesia? Kan kita punya stok sampah banyak banget, ya? Hihihi ...

    ReplyDelete
    Replies
    1. semua komponen harus bergerak ya, biar masalah sampah cepat teratasi

      Delete
  8. Nah ini termasuk salah satu penyumbang karbon di atmosfer. Apalagi semakin banyak penduduknya semakin banyak pula sampah yang dihasilkan. Tinggal gimana mengelolanya dan menggunakan kembali sampah itu sehingga bumi ngga begitu banyak menyerap karbonnya.

    ReplyDelete
    Replies
    1. betul mbak, bumi kebanyakan menyerap karbon, kalo manusianya kebanyakan kasbos! hehe (maaf, just kidding)

      Delete
  9. Di kampung-kampung kini banyak ibu-ibu PKK yang menggerakkan bank sampah, jadi mulai banyak sampah rumah tangga di di pilah-pilah dan dimanfaatkan kembali

    ReplyDelete
  10. Orang Indonesia itu rata-rata di nomor satu aja udah mentok. Iya, memilah sampah saja kita masih malas, termasuk saya, tidak rutin melakukannya. Astaghfirullah.

    ReplyDelete
  11. Saua sendiri belum displin dalam mengelola sampah. . Mulai dari memilah nya..apalahi hingga meng komposi nya... hmmm harus lebih disiplin lagi untuk bumi yang lebih baik

    ReplyDelete
  12. Semoga makin banyak keluarga yang sadar untuk mengolah dulu sampah mereka. Agar tak banyak sampah yang berakhir di TPA. Padahal caranya juga tidak rumit. Terima kasih banyak artikelnya Mbak.

    ReplyDelete
  13. Saya di rumah paling rajin memilah sampah. Biasanya sampah kering dan sampah dapur saya pisahkan, ini membuat sampah jadi nggk gampang busuk atau berbelatung, dan membuangnya jd lebih mudah. Oh iya pastinya buangnya di tempat pembuangan sampah, tdk boleh sembarangan

    ReplyDelete

Post a Comment

Terima kasih sudah berkunjung dan meninggalkan jejak yang positif. Salam blogger!

Berlangganan via Email