Kesulitan Mendampingi Anak Belajar ? Inilah Cara Mengatasinya
![]() |
Sebagian orang tua akhirnya nyerah dengan berbagai alasan. Yang anak susah diatur lah, anaknya bandel lah, nggak bisa diam lah, nggak nurut lah, anak bodoh lah dan seterusnya.
Stop! ya Ayah bunda, jangan terburu-buru melabeli anak negatif.
Ingat lho, semua makhluk ciptaan Allah itu tidak ada yg masuk ‘produk gagal’. Setiap anak yang terlahir ke dunia membawa kelebihannya masing-masing.
Hanya saja, sebagian orang tua belum menemukan bagaimana ‘keunikan dan kelebihannya’ dari anak. Orang tua kurang sabar dalam mengantar dan menemukan potensi anak, atau orang tua belum tahu caranya memahami karakter anak dan cara mendampinginya.
Baiklah ayah bunda, semoga tulisan berikut bermanfaat dan membantu orang tua dalam mendampingi anak belajar di rumah.
Memahami Gaya Belajar Anak dan Cara Mendampinginya.
Setiap anak memiliki karakter dan gaya belajar masing-masing. Karena masing-masing anak karakternya berbeda, maka berbeda pula cara mengatasinya. Berbeda pula cara mendampinginya.Menurut Bobby De Potter, pada dasarnya ada tiga jenis gaya belajar anak, yaitu Gaya belajar Visual, Auditory, dan Kinestetik.
Bagaimana penjelasanya?
Gaya Belajar Visual
Anak yang termasuk Visual adalah anak yang memiliki kemampuan dominan dalam menyerap dan menyimpan informasi dalam bentuk visual (melihat langsung).misalnya disajikan dalam bentuk gambar, warna, diagram dan bagan.
Anak Visual merespon dengan cepat jika pembelajaran disajikan dalam bentuk gambar atau grafik.
Adapun ciri-ciri anak visual adalah :
- Lebih mudah mengingat dari yang dilihat daripada yang didengar
- Tidak terganggu oleh suara ribut saat belajar
- Lebih suka membaca daripada dibacakan
- Berbicara dengan tempo agak cepat
- Cukup peduli dengan penampilan dan pakaian
- Lebih menyukai melakukan demonstrasi daripada pidato
- Sulit untuk menerima instruksi secara verbal kecuali ditulis
- Tahu apa yang harus dikatakan tapi tak bisa mengungkapkannya dengan kata-kata
- Suka menggambar apa pun di kertas
- Tertarik pada seni seperti lukis, pahat, gambar daripada seni musik
- Cara mendampingi anak belajar tipe Visual adalah :
- Gunakan lebih banyak gambar atau video yang menarik dari pada kata
- Gunakan penulisan kata dengan huruf yang unik dan ukuran tulisan yang beragam dan berwarna.
- Berikan buku yang tidak hanya tulisan saja tetapi juga memiliki ilustrasi
- Saat menjelaskan, lakukan doodling atau penjelasan dengan coret-coret, supaya lebih fokus
- Buatlah peta pikiran (mind mapping) dengan spidol warna-warni.
- Sajikan materi pelajaran dalam bentuk komik cerita.
- Lakukan penataan ruang belajar yang nyaman dengan menggunakan dekoratif hasil karya anak.
Gaya Belajar Auditory
Anak Auditory adalah anak yang dominan dalam mendengar. Lebih suka mendengarkan dari apa yang disajikan. Ia dapat merespon suara dengan baik, misalnya dalam bentuk ceramah atau diskusi kelompok.
Anak Auditory juga lebih sensitif terhadap musik dan memiliki minat yang tinggi terhadap musik.
Adapun ciri-ciri anak Auditory adalah :
- Mudah mengingat dari apa yang didengarnya
- Mudah mengingat apa yang didiskusikan
- Tidak bisa belajar dalam suasana berisik atau ribut
- Senang dibacakan atau mendengarkan
- Kesulitan dalam tugas atau pekerjaan yang melibatkan visual
- Pandai menirukan nada atau pun irama suara
- Menyenangi seni musik
- Senang membaca dengan mengeluarkan suara atau menggerakkan bibir mereka
- Biasanya merupakan pembicara yang fasih
- Mudah dalam mengingat nama orang baru
- Cara mendampingi anak belajar tipe Auditory adalah :
- Gunakan intonasi atau irama ketika menyampaikan informasi pada anak
- Belajar dengan teknik bercerita
- Sambil mendengarkan musik yang disukai
- Jauhkan suara berisik yang menganggu
- Apabila membacakan buku, bisa sambil diucapkan dengan suara pelan untuk lebih mudah mengingat
Gaya Belajar Kinestetik
Anak dengan gaya belajar Kinestetik adalah anak yang aktif bergerak. Lebih menyukai pengalaman fisik dan praktik langsung. Karena dapat menyentuh atau merasakan objek atau alat peraga pembelajaran.
Biasanya anak kinestetik tidak betah duduk berlama-lama atau berada di dalam kelas. Ia akan terlihat gelisah saat belajar, seperti menggerakan kaki atau memutar-mutar pensil. Karena dengan cara tersebut, anak akan lebih mudah mengingat apa yang dikerjakan.
Adapun ciri-ciri anak Kinestetik adalah :
- Menyukai kegiatan atau permainan yang menyibukkan secara fisik
- Kalau menghafal sesuatu dengan cara berjalan atau melihat langsung
- Anak cenderung tidak bisa diam
- Menyenangi belajar dengan metode praktik
- Menyukai aktivitas yang melibatkan gerakan tubuh seperti olahraga atau menari
- Banyak gerak fisik dan punya perkembangan otot yang baik
- Saat berkomunikasi banyak menggunakan isyarat tubuh
- Menghafal dengan cara berjalan atau melihat
- Cara mendampingi anak belajar tipe Kinestetik adalah :
- Ajak bermain dengan permainan ringan yang melibatkan gerakan
- Gunakan peraga sebagai media belajar
- Berikan contoh dengan praktik langsung
- Ajak untuk melakukan eksperimen dari materi yang didapatkan dari guru
- Biarkan kesempatan untuk leluasa bergerak
Apakah anak visual, auditory, atau kinestetik? Atau ketiga-tiganya?
Selamat mendampingi anak belajar di rumah. Semoga berhasil!. (Jr/2020)
Baca Juga : 7 Tips Mendampingi Anak Belajar di Rumah
source :
https://www.educenter.id/yuk-ketahui-lebih-detail-jenis-gaya-belajar-anak/
https://nasional.kompas.com/read/2008/12/12/16242989/3.gaya.belajar.anak
https://blog.ruangguru.com/tiga-gaya-belajar
Saya visual kinestetik. Sulung saya visual auditori. Adiknya kinestetik visual. Makanya kalau belajar suka berantem. Hahahha.
ReplyDeleteSaya belum menemukan kategori anak saya k. Jadi penasaran juga mencari tahu tipe apa ya anak-anak saya. Karena sampai saat ini biasa-biasa saja masih bisa saja ga ada yang beda gimana-gimana. Mungkin karena masih terlalu kecil ya jadi belum keliatan.
ReplyDeleteThis comment has been removed by the author.
ReplyDeleteMembelajari anak kadang emang susah. Kalau yg pinter emang mudah dan bikin kita puas. Tapi kalau yg kurang pahaman, emang kudu bersabar. Pernah juga soalnya ngalamin hal kayak gini.
ReplyDeleteKalau dilihat dari kegemarannya menggambar, anak saya mungkin masuk tipe Visual, tapi dia tidak suka membaca. Dan saya selalu mengalami kesulitan jika mengajarnya matematika :)
ReplyDeleteAnak pertama saya gabungan antara auditory dan kinestetik. Sayangnya saya baru menyadari setelah kami enggak tinggal serumah lagi sehingga saya enggak bisa menemaninya belajar. Nanti deh untuk adiknya, saya harus memahami cara belajarnya.
ReplyDeleteSaya blm ada anak sih, tp kl denger crita kawan yg stay at home dan mreka dampingi anak belajar, pada kewalahan hhaa
ReplyDeleteAnakku udh besar, jd gak terlalu repot untuk dampingi belajar. Tapi memang skg masih belajar di rumah, harus dipantau terus belajar apa nggaknya
ReplyDeleteSaya pun sekiranya sudah punya anak usia sekolah pasti kesulitan mendampingi belajar. Kalo kelakuan mereka yg aktif sih udah maklum. Materi pelajarannya itu loh. Teman saya yang guru saja bilang, materi SD sekarang bahkan sudah setara SMP zaman kita dulu. Materi SMP setara materi SMA zaman dulu. Duh emak harus refresh otak lagi.
ReplyDeleteKarena belum punya anak, kayaknya saya termasuk golongan visual kinestetik. Kalau soal audio saya kurang memahami. Tapi sejujurnya saya jarang banget belajar. Yang penting bagi saya itu mendengarkan guru ketika di jelaskan ataupun membaca dari referensi lain.
ReplyDeleteTeryata ada macam-macam gaya anak setiap belajar ya. Pantas aja setiap anak disekolah kadamg ada yg ketinggalan karena gaya belajar yang tidak mencakup keaeluruhan
ReplyDeleteKalau udah tahu gaya belajar pasti minim adu otot dan minim stres ya
ReplyDeleteJadi kita dituntut sebagai orang tua aware menemukan cara belajar anak terbaik ya kak.. nah kalau di waktu kecil anak kita visual... pas dewasa bisa betubah ke auditory ga? Atau sebaliknya atau ke kinestetik?
ReplyDeleteAnakku termasui tipe visual. pantas saja susah banget kalau disuruh menghafal. tapi kalau mengerjakan pr menulis bisa cepet banget dan suka menggambar. thanks kakak.artikel ini membantu banget saya dalam menemani anak saya belajar. jadi tahu sekarang apa yang harus dilakukan.
ReplyDeleteAnakku dua, yang kelas 9 visual, yang kelas 5 auditory..jadi ya gitu deh caranya mesti beda saat mendampingi belajarnya.
ReplyDeleteUlasan yang lengkap Kak
Setiap anak memang harus diperlakukan berbeda tergantung kecenderungannya, tapi agar bisa sampai ke situ orang tua harus belajar juga tentang jenis-jenis karakter atau tipe anaknya.
ReplyDeleteSaya belum menikah, setelah baca ini jadi lebih aware jika suatu saat menikah untuk memprioritaskan gaya belajar anak seperti apa. Tabarakallah.
ReplyDeleteaku punya pengalaman waktu menjadi spv di perusahaan farmasi dan mendampingi para karyawan baru untuk bisa training di mesin A B C itu sama aja kayak ngajarin dan juga harus paham dengan metodenya
ReplyDeleteSip, ada ilmu lagi mengenai parenting nih.
ReplyDeletecocok nih untuk bekal wfh sekarang ini. beda gaya belajar beda pula strateginya. kunci lainnya adalah sabar dalam mendampingi anak. terima kasih mbak artikelnya
ReplyDeleteBener nih Mbak, org tua harus memahami gaya belajar anaknya seperti apa. Jadi kebayang kalau di sekolah 1 kelas gaya belajar anaknya macam2 tapo disamaratakan caranya ngajar gurunyaa
ReplyDeleteAnak saya tipe visual. Mesti ditunjukkin dengan gambar baru dia paham apa yang dimaksud. Mirip bapaknya ehehe
ReplyDeleteSaat ini tulisan seperti ini sangat dibutuhkan oleh orang tua sebab, sudah sebulan anak-anak belajar di rumah yang harus ditemani orang tua mereka.
ReplyDeletesebagai orang yang belajar dengan gaya visual, saya takjub ketika salah satu anak saya punya cara auditory dalam belajar. kok bisa ya? haha ternyata gaya dan cara kita menyerap ilmu itu macam-macam. nyatanya dia lancar jaya sekolahnya meskupun pakai gaya auditory
ReplyDeleteohho, makanya kadang daya tangkap anak yang satu dengan yang lain bisa beda ya dan biasanya suka bertengkar, haha
ReplyDeleteEmang agak repot kalau mau menyesuaikan dengan gaya belajar anak, apalagi kalau anaknya lebih dari satu. Tapi ya mending repot dikit diawal dan selanjutnya smooth, daripada tiap hari muncul tanduk dan berantem sama anak
ReplyDeleteNanti jika saya punya anak, saya liat dulu apakah di cepat tangkap yang mana dulu nanti saya terapkan hingga mengerti dan memakai metode yang lain
ReplyDeleteIdealnya metode pembelajaran untuk anak memang disesuaikan dengan karakter anak, setidaknya ketika anak di rumah. Kalau di sekolah kayaknya tidak mudah diterapkan karena teman-temannya banyak. Tantangan jadi ibu harus punya wawasan luas, jangan sampai anak jadi korban karena sang ibu nggak punya wawasan luas...
ReplyDeletejadi sebagai orang tua kita harus mengetahui ciri-ciri anak kita terlebih dahulu ya jadi kita bisa mengajarkan dengan jenis karakter seperti apa anak kita apa tipe visual atau pendengar
ReplyDelete