Rekreasi Sejarah di Hotel Majapahit Surabaya




Surabaya adalah kota sejarah. Sejarah tentang kepahlawan arek-arek Surabaya. Tidak salah jika Surabaya juga disebut sebagai kota pahlawan. Bukti-bukti sejarah masih ada. Menjadi saksi heroik pemuda Surabaya dalam memperjuangkan kemerdekaan. Salah satu situs sejarah sekaligus situs budaya tersebut adalah keberadaan hotel Majapahit Surabaya.


Jika anda sering ke Surabaya, pasti pernah melewati hotel ini. Hotel ini berada di Jalan Tunjungan Surabaya. Hotel bergaya kolonial ini termasuk kategori hotel bintang lima. Bagi 'generasi kolonial' tentu paham tentang keberadaan hotel ini. Tapi belum tentu bagi generasi milinieal saat ini. 



Gaya arsitektur hotel ini, baik eksterior maupun interior memang sangat kuat dengan sentuhan gaya Belanda. Bukan sekedar bangunan yang meniru gaya Belanda tetapi memang ada akar sejarahnya. Di hotel yang berdiri satu abad lebih (Tepatnya dibangun sejak tahun 1910) inilah terjadi peristiwa sejarah perobekan bendera oleh arek-arek Surabaya. Saat itu nama hotelnya Hotel Yamato.

Di lobby ini (depan mobil) tempat terbunuhnya Mr. Ploegman
Salah satu momen perjuangan di hotel ini terjadi pada tanggal 19 September 1945. Peristiwa itu bermula ketika sekelompok orang Belanda yang dipimpin Mr. Ploegman mengibarkan bendera Merah Putih Biru di puncak sebelah kanan hotel. Pada pagi hari para pemuda Surabaya melihat bendera itu berkibar. Sontak membuat darah juang pemuda Surabaya bergemuruh. Merasa belanda tidak menghargai kemerdekaan yang sudah diproklamirkan. Lalu para pemuda mendatangi hotel dan melakukan protes agar bendera Belanda itu diturunkan. Namun perundingan berakhir buntu. Terjadilah peperangan di lobi hotel. Hingga akhirnya sebagian para pemuda berhasil naik ke atas hotel dan melakukan perobekan bendera warna biru pada bendera Belanda. Bendera itu menjadi merah putih yaitu bendera Republik Indonesia. Insiden bendera itu juga mengakibatkan terbunuhnya Mr. Ploegman dan gugurnya seorang pejuang Surabaya bernama Sidik. Peristiwa ini juga termasuk yang memicu munculnya peristiwa 10 November 1945, yang kemudian kelak diperingati sebagai Hari Pahlawan.



Nah, demikian sekilas peristiwa sejarah di Hotel Yamato, yang kini berubah nama menjadi Hotel Majapahit. Kalau dilihat lebih dalam Hotel Majapahit Surabaya merupakan hotel yang menampilkan arsitektur klasik dan taman berpenataan cantik. Ideal bagi pelancong bisnis dan rekreasi, dengan akses mudah ke kawasan bisnis dan berbagai mal terbesar serta pusat konferensi. Hotel ini menyediakan 143 kamar, 2 restoran, lounge lobi dan bar, 8 ruang pertemuan, satu ballroom, kolam renang, Jacuzzi, pusat kebugaran, dan spa


Hotel ini memang mewah dan nyaman. Nuansa tradisional dan antiknya membawa kita seperti berada pada tahun 1945. Pengunjung hotel ini serasa dibawa kembali ke masa 74 tahun silam. Setidaknya kita dapat merasakan aura perjuangan arek-arek Surabaya saat itu. Semoga kita dapat mewarisi semangat juang arek-arek Surabaya.  

sumber foto : dok. pribadi dan dari accorshotel.com

0 Comments