Widget HTML Atas

Menjadi Nasabah Bijak Melawan Soceng

menjadi nasabah bijak

Menjadi Nasabah Bijak Melawan Soceng.- Pesatnya perkembangan dunia digital, selain membawa dampak positif juga membawa dampak negatif. Di antaranya adalah munculnya berbagai kejahatan siber. Termasuk akhir-akhir ini, tengah marak kejahatan perbankan yang mengarah ke pembobolan rekening nasabah bank dengan berbagai modus.

Menjadi Nasabah Bijak Melawan Soceng

Kejahatan perbankan tersebut bisa menimpa siapa saja. Termasuk saya juga hampir saja menjadi sasarannya.

Suatu hari saya mendapatkan sebuah pesan whatsapp yang mengatasnamakan dari pihak bank BRI. Pesan tersebut tentang perubahan tarif transfer. Pesan tersebut saya hiraukan karena saya sudah mendapatkan informasi bahwa pemberitahuan tersebut adalah berita hoax dan penipuan.
 
social engineering

Pesan tersebut hanya saya hiraukan dan tidak melakukan apa-apa. Sampai akhirnya saya mendapatkan kabar bahwa ternyata banyak orang-orang di luar sana yang menjadi korban. Puluhan bahkan ratusan juta uang di rekening habis dikuras oleh orang yang tidak dikenal yang mengatasnamakan pemilik akun.

Dari situlah saya berpikir, tindak kejahatan perbankan dalam bentuk rekayasa sosial atau social engineering (soceng) ini harus dicegah dan dilawan.

Fenomena social engineering ini merupakan salah satu tindak kejahatan dimana pelaku memanipulasi psikologi korban untuk membocorkan data pribadi korban dan data perbankan korban. Sehingga pelaku dengan mudah mengambil uang di rekening korban.

Fenomena di atas harus dicegah, salah satu caranya dengan menjadi Nasabah Bijak. Dengan menjadi nasabah bijak dapat melindungi diri dan juga memberikan edukasi kepada masyarakat mengenai literasi keuangan agar masyarakat Indonesia lebih waspada terhadap modus-modus kejahatan perbankan dan tidak terjadi korban lagi.

Lalu, bagaimana agar kita terhindar dari kejahatan perbankan berbasis digital?

Lima Jenis Kejahatan Perbankan Berbasis Digital

nasabah bijak melawan soceng

Agar kita terhindar dari kejahatan siber di sektor perbankan, sebelumnya kita harus mengetahui jenis-jenis kejahatan perbankan berbasis digital. Apa saja jenisnya?

1. Skimming
Skimming adalah pelaku menggandakan data nasabah (korban) melalui mesin ATM yang menggunkan alat skimmer.

2. Phising
Phising adalah kejahatan perbankan dengan cara pelaku menggandakan data nasabah melalui layanan internet banking, SMS, dan penyebaran link palsu.

3. One Time Password (OTP)
Tindak kejahatan perbankan dengan cara menyedot dana nasabah melalui sejumlah situs jual beli (e-commerce)

4. Vishing (Voice Phising)
Vishing adalah pelaku menghubungi korban melalui telpon dan mengaku dari pihak bank.

5. Sim Swap
Dan yang terakhir adalah pencurian data dengan mengambil alih nomor HP untuk mengakses akun perbankan korban.

Jenis kejahatan perbankan di atas fokusnya adalah bagaimana pelaku menguasai data pribadi dan data perbankan korban, sehingga pelaku membuat rekayasa sosial atau social engineering.

Empat Modus Kejahatan Social Engineering

modus social engineering

Nah, agar kita tidak terjebak untuk memberikan data pribadi dan data perbankan, kita harus mengetahui modus-modus social engineering tersebut.

Otoritas Jasa Keuangan (OJK) merilis ada empat modus social engineering (Soceng) yang sedang marak saat ini, yaitu:

1. Info Perubahan Tarif Transfer Bank
Pelaku akan berusaha menyamar menjadi pegawai bank. Mereka memberikan informasi adanya perubahan tarif transfer pada korban dan meminta mengisi link formulir, dengan meminta data pribadi seperti PIN, OTP, dan Password.

2. Tawaran Jadi Nasabah Prioritas
Modus kedua adalah penawaran upgrade menjadi nasabah prioritas. Jika korban bersedia, pelaku akan meminta nomor ATM, PIN, OTP, nomor CVV/CVC, dan Password.

3. Akun Layanan Konsumen Palsu
Pelaku akan membuat akun media sosial palsu mengatasnamakan sebuah bank resmi. Mereka muncul saat masyarakat menyampaikan keluhan bank tersebut. Berikutnya pelaku menawarkan bantuan menyelesaikan keluhan dan mengarahkan untuk membuka website palsu atau meminta memberikan data pribadi korban.

4. Tawaran Jadi Agen Laku Pandai
Modus terakhir ini adalah menawarkan untuk menjadi agen laku pandai tanpa dibebankan syarat yang rumit. Nasabah diminta mengirimkan sejumlah uang untuk mendapatkan mesin EDC.

Itulah beberapa modus rekayasa sosial yang harus kita waspadai. Jadi, berhati-hatilah, jangan mudah memberikan data pribadi atau rekening anda akan terkuras!

Empat Tips Terhindar dari Kejahatan Perbankan Bermodus Social Engineering

Setelah mengetahui modus-modus social engineering di atas, berikutnya kita harus lebih berhati-hati dan waspada agar terhindar dari kejahatan perbankan. Berikut empat tips agar terhindar dari kejahatan perbankan dengan modus social engineering, yaitu:

1. Teliti sebelum meng-klik
Jika sedang menerima pesan melalui SMS atau whatsapp atau sedang berselancar di dunia maya, dibaca dan diteliti sebelum meng-klik.

2. Jangan Bagikan PIN
PIN merupakan kode rahasia, jadi jangan memberikan PIN kepada orang yang tidak dikenal.

3. Bayar dengan Metode yang aman
Dalam bertransaksi online pilihlah metode pembayaran yang paling aman.

4. Waspada nomor tidak dikenal
Mewaspadai nomor-nomor yang tidak dikenal apalagi pelaku mempunyai maksud dan tujuan yang mencurigakan.
 
tips nasabah bijak

Selain tips di atas, sebagai bagian dari penyuluh digital, saya ingin menambahkan tips yang diberikan oleh Bank BRI dalam mencegah penipuan, sebagaimana dilansir bri.co.id, yaitu:

1. Jangan pernah memberikan data untuk transaksi seperti PIN, Username, Password, kode OTP, nomor CVV/CVC, nomor dan expired date kartu ATM kepada siapapun.

2. Hiraukan SMS, email, dan telepon yang mengatasnamakan BRI jika diminta PIN, Username, Password, kode OTP, nomor CVV/CVC, nomor dan expired date kartu ATM ataupun tautan yang diberikan dari pihak yang tidak dikenal.

3. Berhati-hatilah dan hiraukan jika mendapatkan kode OTP tanpa melakukan transaksi apapun.

4. Jangan pernah memposting tanggal lahir, nama gadis ibu kandung, nomor NIK, foto KTP, dan lain-lain di sosial media.

5. BRI tidak pernah melakukan pengkinian data nasabah melalui sms maupun email dan BRI-Info hanya satu-satunya media informasi promo

6. Bila mendapatkan aktifitas ataupun tautan yang mencurigakan dengan mengatasnamakan BRI, harap lapor ke contact center BRI 14017/1500017 atau callbri@bri.co.id.

Kesimpulan

Kejahatan selalu mengintai kita, termasuk kejahatan di dunia digital. Salah satunya adalah kejahatan perbankan dengan modus social engineering (soceng). Sudah banyak nasabah bank yang menjadi korban karena minimnya literasi keuangan. So, jadilah nasabah yang bijak dan dapat menjadi penyuluh digital, agar masyarakat Indonesia semakin waspada terhadap kejahatan di sektor perbankan. Waspadalah !

4 comments for "Menjadi Nasabah Bijak Melawan Soceng"

  1. Wah, sekarang ini banyak yang mengatasnamakan perusahaan atau brand besar yang intinya minta nomor PIN. Kayanya ini kejahatan yang melibatkan beberapa komplotan, harus waspada dan jadi nasabah bijak nih.

    ReplyDelete
  2. Ngeri juga ya kalau sampai tertipu puluhan hingga ratusan juta. Bisa snewen parah. Apalagi karena kejahatan siber. Kita memang harus hati-hati banget ya, Kak

    ReplyDelete
  3. betul banget, harus hati-hati karena banyak seklai piha yang tidak bertanggung jawab yang memanfaatkan kelengahan kita, biasanya mereka mengirim pesan di jam-jam yang orang sedang lengah

    ReplyDelete
  4. Betul nich, terima kasih share tulisannya manfaat dn jadi lebih hati-hati

    ReplyDelete

Post a Comment

Terima kasih sudah berkunjung dan meninggalkan jejak yang positif. Mohon tidak meletakkan link hidup. Salam blogger!