Widget HTML Atas

Hard Skill dan Soft Skill di Era Revolusi Industri 4.0


Hard Skill dan Soft Skill di Era Revolusi Industri 4.0.- Saat ini kita berada pada revolusi industri 4.0. Pada revolusi industri ini ditandai dengan kemunculan super komputer, robot pintar, kendaraan tanpa pengemudi, dan lain sebagainya. Era revolusi industri 4.0 menekankan pada pola digital economy, artificial intelligence (kecerdasan buatan), big data (informasi tanpa batas), pemrograman, internet of things, robotik dan lain sebagainya. Di era ini juga dikenal dengan fenomena disruptive innovation. Kehadiran mesin, digitalisasi dan robot akan mendisrupsi peran manusia di dalamnya.

Era revolusi industri 4.0 basisnya adalah digitalisasi, ilmu komputer, dan analisa data. Revolusi industri 4.0 membuat perubahan-perubahan yang signifikan dalam berbagai bidang. Seperti bidang transportasi, komunikasi, media, perbankan, pertanian, dan lain sebagainya. Beberapa contoh revolusi industri di “zaman now” antara lain munculnya industri berbasis internet/online, seperti taksi online, ojek online, mobile banking, internet banking, video call, media sosial, media online, ebook, toko online, tiket online, belanja online, dan lain sebagainya.

Begitu cepatnya peralihan dunia informasi dan teknologi ‘memaksa’ kita untuk bisa mengikutinya. Kita harus menyesuaikan dan upgrade kompetensi, kalau tidak ingin tergerus oleh zaman. Pada revolusi industri 4.0 ini SDM kita dituntut untuk meningkatkan kompetensi sesuai zamannya. Kompetensi itu antara lain adalah SDM harus memiliki keterampilan dalam memahami penggunaan teknologi internet of things. Ini merupakan basic skill yang harus dimiliki dan di upgrade terus menerus. Selain itu, SDM kita juga diharapkan memiliki kompetensi yang lebih tinggi yaitu mampu menguasai bahasa pemrograman (coding), menguasai teknologi kecerdasan buatan (artificial intelligence), dan lain-lain.

Intinya, di era revolusi digital ini kita dituntut untuk mampu beradaptasi terhadap teknologi-teknologi digital. Di sisi lain, kita dituntut mampu untuk menciptakan dan menguasai teknologi yang berkembang. Tidak hanya sebagai pengguna (user) tetapi juga sebagai penemu (inventory) dalam bidang digital.

Kompetensi-kompetensi di atas merupakan hard skill. Hard skill merupakan kemampuan yang bersifat lebih kepada teknis pekerjaan seperti kemampuan menguasai bahasa asing, teknologi, dan kemampuan akademis. Ada yang tidak kalah penting dari pada hard skill yaitu soft skill. Soft skill merupakan kemampuan yang lebih bersifat pengembangan sikap dan karakter diri seperti kemampuan berkomunikasi yang baik, mampu bekerja dalam tim, dan kemampuan dalam manajemen waktu dengan baik.

Menjadi sebuah tantangan sekaligus ancaman jika di era revolusi industri 4.0 ini, generasi kita larut hanya dalam kemampuan hard skill tanpa diimbangi dengan soft skill. Generasi kita akan rapuh dan terombang-ambing. Generasi yang cakap dalam bidang teknologi, namun cacat dalam kepribadiannya. Ahli dalam teknologi digital namun justeru terjadi degradasi moral. Kemampuannya menjadi boomerang bagi diri sendiri dan juga orang lain.

Maka yang perlu tetap dibangun di era revolusi industri ini adalah karakter diri. Pondasi utama karakter adalah religius. Nilai agama harus ditanamkan sebelum yang lainnya. Selain itu, karakter utama lainnya adalah integritas, kemandirian, gotong royong, dan nasionalisme. Hal ini sesuai dengan pedoman pelaksanaan penguatan pendidikan karakter (PPK) Kementerian pendidikan dan kebudayaan.

No comments for "Hard Skill dan Soft Skill di Era Revolusi Industri 4.0 "

Berlangganan via Email