5 Kiat Memakmurkan Masjid agar Tidak Sepi Jamaah


Dari tahun ke tahun pertumbuhan masjid di Indonesia semakin bertambah. Menurut Wakil Ketua Umum Dewan Masjid Indonesia, Komisaris Jenderal Syafruddin, sebagaimana diberitakan dalam liputan6.com pada 04 Juli 2018, melaporkan bahwa jumlah masjid di Indonesia mencapai 800 ribu hingga 1 juta bahkan bisa lebih.

Pertanyaan kemudian, apakah masjid-masjid yang dibangun tersebut terkelola dengan baik atau tidak? Menjadi masjid yang makmur atau diambang hancur?

Sebagai umat muslim, tentu kita berharap masjid-masjid yang dibangun tersebut merupakan masjid yang makmur. Beberapa ciri masjid yang makmur adalah bertambahnya jamaah salat,ini yang utama. Kemudian jamaah merasa betah, aman dan nyaman berada di masjid, memiliki program kegiatan yang berkualitas, masjid menjadi pusat kegiatan, tidak hanya dalam urusan akhirat tetapi juga dunia-akhirat. 

Nah, berikut lima kiat memakmurkan masjid agar tidak sepi jamaah. 
  
1. Membangun kedekatan dengan masyarakat

Keberadaan masjid tidak bisa dilepaskan dari penduduk atau masyarakat. Khususnya masyarakat sekitar masjid. Sehingga diperlukan komunikasi dan sinergi yang baik. Masjid dapat diterima dan benar-benar dibutuhkan oleh masyarakat. Masyarakat merasa memiliki dan ikut bertanggungjawab untuk memakmurkan masjid. 

Hal yang bisa dilakukan adalah pengurus masjid atau takmir masjid dapat melakukan silaturahim atau kunjungan kepada tokoh masyarakat atau tetua kampung. Tujuannya adalah untuk memetakan potensi pengembangan masjid dan apa kebutuhan masyarakat terhadap keberadaan masjid. Dari situlah dibuat program-program yang memang dibutuhkan dan tepat sasaran.
  
2. Mangundang jamaah dengan cara unik dan menarik.

Beberapa masjid sudah banyak menerapkan cara-cara jitu agar jamaah salat terus bertambah. Misalnya : pengajian subuh dilanjutkan sarapan bersama, yang ikut shalat Jumat dapat makan siang,  pengajian ahad pagi plus sarapan, yang ikut salat jumat diberikan amplop berisi uang, dan lain-lain. 

Sebenarnya hal ini bukan sekedar ‘pancingan’ tetapi merupakan pembiasaan bersedekah. Selain itu, untuk menumbuhkan motivasi internal (ikhlas) itu dibutuhkan latihan. Terkadang dibutuhkan iming-iming materi.

3. Menjaga kebersihan dan kerapian masjid.

Masjid yang nyaman dan bikin betah tidak harus megah. Masjid yang sederhana tetapi kerapian dan kebersihan masjid terjaga juga menjadi sebab jamaah datang kembali. Ruang utama untuk salat bersih dan wangi. Tidak ada karpet yang berbau apek atau berdebu. Tempat wudhu dan toilet yang bersih. Tidak berlumut dan bau pesing. Dan yang terpenting tersedianya air yang bersih. Sekali lagi kebersihan ini penting karena merupakan cermin bagi orang yang beriman. 

Dalam hal ini, Takmir masjid harus memiliki sistem pengelolaan yang baik terkait sarana dan prasarana. Termasuk menempatkan dan menyeleksi orang-orang yang akan berkhidmat di masjid. Tidak sedikit kita jumpai penjaga atau pengurus masjid berlaku tidak ramah terhadap pengunjung atau jamaah. Ini bisa juga menjadi penyebab masyarakat enggan berjamaah di masjid.

4. Mengembangkan program yang tepat sasaran dan memberdayakan.

Masjid selain sebagai tempat beribadah dalam arti shalat lima waktu, masjid juga dapat mengembangkan program positif yang lainnya. Misalnya : mengembangkan sarana olahraga, sarana bermain, menambah fasilitas penginapan yang disewakan, mengembangkan lembaga keuangan atau baitul mal, dan mengembangkan badan usaha lainnya. Ini juga menjadi salah satu cara memberdayakan dan memperkuat keuangan masjid.

5. Mengembangkan Masjid Wisata

Untuk kiat yang terakhir ini sudah banyak dilakukan oleh masjid-masjid yang ada di Indonesia. Sebut saja Masjid Jogokariyan Jogjakarta, Masjid Kuba Emas Depok, Masjid Istiqlal, dan lain-lain. Mengembangkan masjid sebagai destinasi wisata ini merupakan peluang yang harus diakomodir oleh para pengurus masjid. 


Untuk itu masjid harus mampu menjadi pusat perhatian wisatawan untuk berkunjung ke masjid. Para pengelola masjid harus kreatif menciptakan keunggulan dan daya tarik. Masjid Jogokariyan termasuk masjid yang berhasil dalam hal ini.
Jika ada rombongan wisata religi maka pastikan masjid anda salah satu destinasinya.

Dari lima kiat di atas, ada satu kiat yang paling simple tapi berlipat pahala (tapi berat bagi yang belum terbiasa), yang setiap kita insyaAllah bisa melakukannya yaitu kehadiran kita di masjid pada waktu-waktu salat. Ya, membiasakan shalat jamaah di masjid. Jika menerapkan ini, InsyaAllah masjid tidak akan pernah sepi.

Demikian beberapa kiat memakmurkan masjid. Semoga seiring bertumbuhnya masjid bertumbuh pula usaha untuk memakmurkan dan memberdayakan masjid dan jamaahnya. Semoga bermanfaat.

0 Comments