Stop Berita Hoax !



Dampak dari Era digital salah satunya adalah tergantikannya peran manusia dalam berbagai bidang. Bukan hanya menggantikan tetapi mengacaukan. Ya, mengacaukan pola hidup yang lama menjadi pola hidup yang baru. Misalnya saja dalam bidang komunikasi. Peran alat komunikasi digital dengan berbagai aplikasinya mampu merubah gaya hidup dan pola komunikasi manusia. 

Aplikasi media sosial yang berkembang seolah-olah adalah jawaban dari setiap persoalan yang dihadapi manusia dalam berkomunikasi. Tentu kita ingat, dari zaman ke zaman alat komunikasi manusia mengalami kemajuan demi kemajuan. Dari telepon kawat hingga telepon genggam, dari pesan suara hingga pesan berupa video atau gambar, dari pesan tulisan hingga pesan suara menjadi tulisan, dan lain-lain, semua dapat dengan mudah dilakukan. 

Jika dulu pesan berupa surat yang dikirim melalui POS, akan diterima satu hari atau bahkan sampai satu minggu baru diterima, sekarang tidak perlu jam atau hari, tapi hitungan detik pesan itu akan tersebar kemana-mana sesuai dengan tujuan yang kita inginkan. Cukup dengan satu sentuhan. Ya, cukup dengan satu jari, pesan itu akan terkirim. Informasi menjadi mudah tersebar luas tanpa batas. Tentu ini perkembangan yang luar biasa. Sangat positif dan bermanfaat.

Apakah ada negatifnya? Tentu ada. Derasnya informasi melalui media sosial menjadikan maraknya hoax. Hoax adalah berita bohong atau berita yang belum jelas kebenarnnya. Parahnya lagi, berita hoax terkadang sengaja diproduksi seseorang untuk dijadikan ladang bisnis. Ini yang harus diwaspadai dan dihindari. Jangan sampai kita juga terjebak dan terbawa ikut-ikutan dalam ‘mengembangbiakkan’ berita hoax.

Agar kita tidak mudah menyebarkan hoax, maka perlu kita mengenali berita tersebut hoax atau tidak. Caranya adalah cross check. Jika ada berita heboh, viral di media sosial, tetapi di tidak ada beritanya di portal online terpercaya, maka bisa dipastikan berita tersebut belum jelas kebenarannya. Ada baiknya berita tersebut dicek langsung ke sumbernya. Bila ada nilai kebaikan dan manfaatnya, silakan di-share atau di-forward. Bila hanya membuat gaduh dan menambah masalah, cukup sampai di tangan anda saja.

Tema tentang ini, saya akan menambahkan tulisan dari M. Husnaini (Mahasiswa jurusan Doktor di IIUM Malaysia) tentang lima sebab mudahnya hoax tersebar. Pertama, sikap partisan. Karena hoax tersebut sesuai selera kita sehingga lalai mengecek. Kedua, Identitas. Dengan mengirim hoax tersebut menguatkan identitas dan afiliasi sosial kita. Ketiga, dramatisasi. Misalnya, eksploitasi isu kesehatan, keselamatan, keselamatan, keamanan makanan, kriminalitas, bencana, takut dosa, dan lain-lain. Keempat, kenaifan. Ingin orang lain juga tahu. Kelima, aktualisasi diri. Ingin dianggap yang paling tahu, paling terdahulu, dan paling update.

Intinya, agar kita tidak menjadi bagian dari penyebar hoax, maka kita harus melakukan crosscheck, klarifikasi (tabayyun) dari informasi yang kita terima. Jika ragu kebenarannya mending stop berita tersebut. Jangan diteruskan lagi ke orang lain. Itu lebih aman. Ingat, nama lain dari hoax adalah fitnah. “Tidak akan masuk surga orang yang suka menebar fitnah” (HR. Bukhari Muslim). Wallahu a’lam.


0 Comments