Etika Terhadap Lingkungan Hidup



Etika dalam KBBI  adalah ilmu tentang apa yang baik dan yang buruk dan tentang hak dan kewajiban moral (akhlak). Sedangkan lingkungan hidup adalah (1) kesatuan ruang dengan semua benda, daya, keadaan, dan makhluk hidup, termasuk manusia dan perilakunya yg mempengaruhi perikehidupan dan kesejahteraan manusia serta makhluk hidup lainnya; (2) lingkungan di luar suatu organisme yang terdiri atas organisme hidup, seperti tumbuhan, hewan, dan manusia. Saya mengartikan etika lingkungan hidup adalah akhlak terhadap alam semesta.
Bagaimana seharusnya berakhlak terhadap alam semesta?
Alam semesta merupakan karunia Tuhan yang sempurna. Setiap apa-apa yang Allah ciptakan di muka bumi ini tidak ada yang sia-sia. Semuanya memiliki tugas dan manfaat masing-masing. Semuanya diberikan kepada makhluk yang hidup di alam semesta, termasuk kepada manusia. Maka kepada manusia bumi ini diolah dan dimanfaatkan. Dan kepada manusia pula bumi ini menjadi baik atau justeru rusak. Di sinilah manusia memiliki hak dan kewajiban terhadap alam semesta.
Kewajiban moral pertama sebagai manusia terhadap alam semesta adalah bersyukur. Bersyukur kepada Tuhan yang maha pencipta, yang telah menciptakan alam semesta dengan segala isinya untuk manusia. Bumi dengan segala isinya yang telah diberikan kepada manusia inilah yang harus disyukuri. Tidak hanya diungkapkan dengan mengucapkan ‘terima kasih’, tetapi ditunjukkan juga dengan menjaga dan merawat bumi dengan sebaik-baiknya. Bukan sebaliknya, tidak pernah ‘berterima kasih,’ tidak pernah bersyukur, tetapi justeru membuat kerusakan-kerusakan di muka bumi dengan seenaknya. Maka tunggulah, azab Allah yang lebih pedih, baik di dunia dan di akhirat. Naudzubillah.
Kewajiban moral kedua adalah berlaku Adil. Lawan dari adil adalah zalim. Zalim adalah berlaku kejam, bengis, merusak, dan tidak adil. Zalim juga berarti menempatkan sesuatu tidak pada semestinya. Artinya memperlakukan alam semesta ini harus sesuai dengan yang semestinya. Dengan mempertimbangankan makhluk hidup yang lain. Apa yang dilakukan terhadap alam semesta berasas kepada kebaikan dan kemanfaatan, serta berlangsungan makhluk hidup yang lain.
Kewajiban moral ketiga adalah hidup sederhana dan selaras dengan alam. Pola konsumsi dan produksi manusia modern harus dibatasi. Karena selama ini alam hanya sebagai obyek eksploitasi dan dan pemuas kehidupan manusia. Yang ditekankan adalah nilai, kualitas dan standar material, bukan rakus dan tamak mengumpulkan harta sebanyak-banyaknya. Yang paling penting adalah mutu kehidupan yang baik.
Ada beberapa cara dan contoh beretika atau berakhlaq dengan alam semesta. Seperti  melarang penebangan pohon-pohon secara liar,  melarang perburuan binatang secara liar, melakukan reboisasi,  membuat cagar alam dan suaka margasatwa, mengendalikan erosi, menetapkan tata guna lahan yang lebih sesuai, memberikan pengertian yang baik tentang lingkungan kepada seluruh lapisan masyarakat, dan  memberikan sanksi-sanksi tertentu bagi pelanggar-pelanggarnya.


0 Comments