Widget HTML Atas

Bagaimana Kebiasaan Bertamu dan Menyambut Tamu Pada Saat Hari Raya Idul Fitri?

kebiasaan bertamu


Bagaimana Kebiasaan Anda Pada Saat Hari Raya Idul Fitri? - Ada tradisi yang saya sukai pada hari raya Idul fitri yaitu saling berkunjung untuk bersilaturrahim. Banyak makanan dan minuman yang disuguhkan. Masing-masing rumah menyediakan suguhan untuk tamu yang datang. Sehari bisa puluhan rumah yang dikunjungi. Apalagi jika tempat tinggal kita di kampung atau di desa. Seharian bisa tidak berhenti untuk bertamu dan menyambut tamu.

Tradisi ini menurut saya perlu dilestarikan. Tradisi saling berkunjung dan saling bermaaf-maafan. Saling menjamu dan memberi hidangan. Namun demikian, ada hal yang menurut saya perlu perlu diperbaiki dalam bertamu dan menyambut tamu. So, tulisan berikut akan sedikit membahas bagaimana kebiasaan kita ketika sedang bertamu atau menyambut tamu pada saat hari Raya Idul Fitri.

Lima kebiasaan bertamu dan menyambut tamu pada saat hari Raya Idul Fitri.

Pertama, menghidangkan makan dan minuman yang disukai tamu.

Maksud hati ingin memuliakan tamu, dengan memberikan segala macam hidangan, tetapi sayang hidangan tidak banyak yang dimakan. Bukan berarti makanan tidak enak hanya saja mungkin hidangan tidak sesuai dengan kebiasaan tamu. Atau bisa jadi karena waktu yang tidak tepat. Atau karena alasan-alasan yang lain. Akhirnya makanan dan minuman yang dihidangkan tidak tersentuh. Alangkah baiknya, kita menghidangkan makanan dan minuman yang disuaki tamu kita.

Kedua, niatkan bertamu untuk menjalin silaturrahim.

Tidak tahu karena alasan apa, seringkali kita bertamu dalam keadaan terburu-buru. Hanya bersalaman di depan pintu, sedikit basa-basi kemudian pergi. Tidak ada bincang-bincang yang hangat. Tidak ada saling bertanya kabar. Tidak ada saling merekatkan hubungan kekeluargaan atau persaudaraan. Sebaiknya, kita bersungguh-sungguh menyambung tali persaudaraan dan menerapkan adab-adab bertamu.

Ketiga, jangan menyisakan makanan dan minum. 

Jika kita menjadi tamu, alangkah baiknya masuk dan duduk di ruang yang disediakan, tidak terburu-buru pulang juga tidak terlalu lama bertamu. Carilah waktu yang tepat agar silaturrahim menjadi berkualitas. Jika ada hidangan yang disuguhkan, dimakan secukupnya dan tidak meninggalkan sisa bekas makan dan minum kita.  Habiskan agar tidak terbuang sia-sia. Karena sisa makanan dan minuman tamu seringkali dibuang dan menjadi sampah.

Keempat, memanfaatkan sisa makan dan minum tamu.

Makanan dan minuman tamu yang tersisa merupakan pemandangan yang paling sering kita jumpai. Khususnya pada momen hari raya Idul Fitri. Air minum dalam kemasan gelas adalah minuman yang  paling sering tidak dihabiskan oleh tamu. Jika sehari ada tamu satu kampung, akan banyak air sisa tamu yang terbuang. Nah, agar air sisa tamu tidak terbuang sia-sia, alangkah baiknya dikumpulkan dalam satu ember, kemudian dimanfaatkan untuk menyiram tanaman (water reuse). Untuk sisa makanan bisa dimasukkan dalam kategori sampah dapur. Sampah dapur dapat didaur ulang menjadi pupuk kompos. Insya Allah lebih bermanfaat.

Kelima, jangan berlebih-lebihan dalam makan dan minum.

Biasanya setelah sebulan berpuasa, yang banyak dikeluhkan pasien di rumah sakit adalah masalah pencernaan. Masalah pencernaan ini sangat erat hubungannya dengan persoalan makan dan minum. Percernaan kita membutuhkan adaptasi.  Adaptasi dari pola makan makan dan minum pada bulan puasa ke pola makan seperti biasanya. Jangan mentang-mentang sudah tidak puasa, semua makanan ‘dihajar’, akibatnya lambung tidak siap dan timbul gangguan pencernaan. So, berhati-hatilah!.

Demikian beberapa kebiasaan yang perlu dirubah dari tradisi bertamu di momen hari raya Idul Fitri. Kebiasaan baik di atas adalah merupakan sebagian adab-adab dalam bertamu. Tentunya masih ada adab-adab bertamu lainnya yang perlu dipelajari dan dipraktikkan. Kebiasaan bertamu dan menyambut di atas, tujuannya bukan sekadar demi menghormati tamu atau tuan rumah tetapi juga menjaga dan menghormati lingkungan. (mb/21)

13 comments for "Bagaimana Kebiasaan Bertamu dan Menyambut Tamu Pada Saat Hari Raya Idul Fitri?"

  1. Tidak sabar menunggu momen silaturahim lebaran dengan klg dan tetangga di Jakarta yang tidak saya dapatkan selama tinggal di Malang 5 tahun.
    Keinginan mencicip aneka menu saat bertamu memang harus dikontrol, bila tidak akan menyebabkan kekenyangan dan kadang perut bisa sakit karena masalah pencernaan

    ReplyDelete
  2. Wah keren sekali kak tips bertamu saat lebaran di atas, jadi gak sabar nih pengen cepet2 lebaran kumpul dengan sanak family...menyantap makanan dan minuman secara bersama2, silaturahmi saling memaafkan...



    ReplyDelete
  3. Biasanya di kampung yang ramai seperti ini Mas. Setelah sholat Id, kita muterin kampung keliling ke rumah tetangga dan sodara untuk bermaafan. Lalu biasanya bertabur jajanan. Duuuh jadi kangen mudik dah, gara-gara si coro nggak minggat-minggat nih. Pengen merasakan momen lebaran di kampung, karena biasanya jauh lebih ramai di kampung daripada di kota. Soalnya orang-orang kan pada mudik gitu. Tapi tahun ini nggak tau lagi gimana situasinya....

    ReplyDelete
  4. kalau sebagai tuan rumah, mestinya kita akan berusaha sebaik mungkin menyambut semua tamu kita.. begitu juga sebaliknya bila kita sebagai tamu, akan berusaha sebaik mungkin menghargai segala sesuatu yang diberikan oleh tuan rumah

    ReplyDelete
  5. Tips bertamu di atas penting banget untuk diperhatikan. Para orang tua sebaiknya mengenalkan ini pada anak2 krna ini termasuk dalam adab bertamu.

    ReplyDelete
  6. nah penting banget nih adab bertamu dikenalkan pada anak-anak, walau banyak jenis makanan terhidang diatas meja, anak mesti diajarkan untuk mengambil secukupnya aja.

    Kalau di kampung, malah kadang tuan rumah menyediakan plastik, jadi anak-anak bisa bawa pulang hehehe

    ReplyDelete
  7. Kadang gitu juga, Mas. Pas kita bertamu itu, segan kalau menghabiskan minumannya. Takut dikira macam-macam. Padahal kalau gak dihabiskan pun akan terbuang percuma ya. Hmm, saya harus membiasakan untuk menghabiskan hidangan pas bertamu nih dari sekarang

    ReplyDelete
  8. Niatnya pengen silaturahmi, tapi kebanyakan tanya ini itu, nyinyir berkedok bercanda an dan endingnya bikin sakit hati, huhuhu

    ReplyDelete
  9. Bener bangett kak, setuju semua deh sama poin2 di atas. Terutama untuk tidak menyisakan makanan maupun minuman. Paling kesel kalau lagi beresin sisa minuman orang. Seharusnya masih bisa dibawa pulang dan diminum, tapi ditinggal gitu aja hikss

    ReplyDelete
  10. Cocok kbanget untuk menyongsong idul Fitri ini. Ya, sering kali saat bertamu, menyisakan makanan dan minuman. Nah, lebaran ini, harus nggak ada lagi.

    ReplyDelete
  11. gemeshnya pas idulfitri itu banyak air mineral gelas yang ga dihabiskan. sementara kalau nyuguhin pake gelas, lelah nyucinya.

    ReplyDelete
  12. Kalau di tempat saya mereka sungkeman dulu baru jika ingin makan bisa ambil secukupnya. Kalau emang gak ambil makanan biasanya karena udah nyicil dikit-dikit tiap rumah jadi kenyang deh 😁

    ReplyDelete
  13. jadi kangen mnerima tamu dan bertamu saat lebaran mba, lah ini 2 tahun aja nggak mudik terus kak, sdih bgt jadinya

    ReplyDelete

Post a Comment

Terima kasih sudah berkunjung dan meninggalkan jejak yang positif. Mohon tidak meletakkan link hidup. Salam blogger!

Berlangganan via Email