Widget HTML Atas

Rumah Sederhana Tidak Masalah, yang Penting Rumahnya Sehat?

rumah sederhana dan sehat

Setiap orang menginginkan memiliki rumah sendiri. Apalagi yang sudah berkeluarga. Memiliki rumah sendiri merupakan sebuah keharusan. Bahkan sebelum menikah, biasanya sudah mulai merencanakan dan mengumpulkan informasi tentang rumah. Mulai dari type hingga desain rumah. Semuanya memiliki kelebihan dan kekurangan. Untuk menambah informasi tentang rumah, sobat pembaca bisa mengintip blognya Mbak Citra tentang manfaat memiliki rumah minimalis.

Apapun rencana sobat untuk membangun sebuah rumah yang terpenting menurut saya adalah sesuaikan dengan budget keuangan, selera pasangan, dan jangan lupa, selain memperhatikan nilai seni bangunan, juga memperhatikan nilai kesehatan dan kenyamanan.

Nah, pada tulisan kali ini, saya ingin membagikan informasi tentang rumah sederhana dan sehat. Meskipun minimalis, sederhana, yang terpenting adalah sehat. Karena rumah pada dasarnya merupakan tempat hunian yang sangat penting bagi kehidupan setiap orang. Rumah tidak sekedar sebagai tempat untuk melepas lelah setelah bekerja seharian, namun didalamnya terkandung arti yang penting sebagai tempat untuk membangun kehidupan keluarga sehat dan sejahtera. Rumah yang sehat dan layak huni tidak harus berwujud rumah mewah dan besar namun rumah yang sederhana dapat juga menjadi rumah yang sehat dan layak dihuni.

Pengertian rumah sederhana

Pengertian Rumah Sederhana menurut peraturan Pemerintah adalah rumah yang tidak bersusun dengan luas lantai bangunan tidak lebih dari 70m2 yang dibangun di atas tanah dengan luas kavling 54-200m2. Tentu saja jika diteruskan akan disertakan juga ongkos pembangunannya yang tidak boleh melebihi harga satuan per m2 untuk pembangunan rumah dinas yang sudah ditentukan Pemerintah. Di bawah tipe Rumah Sederhana ternyata ada tipe Rumah Sederhana Tipe Kecil dengan luas bangunan 21-36m2 serta harus disertai kamar mandi dan WC juga ruang serbaguna.

Pengertian rumah sehat

Pengertian rumah sehat adalah bangunan tempat berlindung dan beristirahat serta sebagai sarana pembinaan keluarga yang menumbuhkan kehidupan sehat secara fisik, mental dan sosial, sehingga seluruh anggota keluarga dapat bekerja secara produktif. Oleh karena itu, keberadaan perumahan yang sehat, aman, serasi, teratur sangat diperlukan agar fungsi dan kegunaan rumah dapat terpenuhi dengan baik.

Menurut Ditjen P2MPLM tentang Petunjuk Tentang Perumahan dan Lingkungan Serta Penggunaan Kartu Rumah, Rumah sehat adalah kondisi fisik, kimia, biologi di dalam rumah dan perumahan sehingga memungkinkan penghuni atau masyarakat memperoleh derajat kesehatan yang optimal.

rumah sehat

Syarat dan kreteria rumah sehat

Menurut rumusan yang dikeluarkan oleh American Public Health Association (APHA), syarat rumah sehat harus memenuhi kriteria sebagai berikut :

  1. Memenuhi kebutuhan fisiologis. Antara lain, pencahayaan, penghawaan dan ruang gerak yang cukup, terhindar dari kebisingan yang mengganggu. 
  2. Memenuhi kebutuhan psikologis. Antara lain, privacy yang cukup, komunikasi yang sehat antar anggota keluarga dan penghuni rumah. 
  3. Memenuhi persyaratan pencegahan penularan penyakit antar penghuni rumah, yaitu dengan penyediaan air bersih, pengelolaan tinja dan air limbah rumah tangga, bebas vektor penyakit dan tikus, kepadatan hunian yang berlebihan, cukup sinar matahari pagi, terlindungnya makanan dan minuman dari pencemaran, disamping pencahayaan dan penghawaan yang cukup. 
  4. Memenuhi persyaratan pencegahan terjadinya kecelakaan, baik yang timbul karena keadaan luar maupun dalam rumah antara lain persyaratan garis sempadan jalan, konstruksi yang tidak mudah roboh, tidak mudah terbakar, dan tidak cenderung membuat penghuninya jatuh tergelincir.

Sedangkan persyaratan Kesehatan Rumah Tinggal menurut Keputusan Menteri Kesehatan RI Nomor : 829/Menkes/SK/VII/1999 adalah sebagai berikut:

  1. Bahan Bangunan, Tidak terbuat dari bahan yang dapat melepaskan zat-zat yang dapat membahayakan kesehatan, antara lain sebagai berikut : Debu, Asbes bebas tidak melebihi 0,5 fiber/m3/4jam, Timah hitam tidak melebihi 300 mg/kg. Tidak terbuat dari bahan yang dapat menjadi tumbuh dan berkembangnya mikroorganisme patogen.
  2. Komponen dan penataan ruang rumah, Komponen rumah harus memenuhi persyaratan fisik dan biologis sebagai berikut: Lantai kedap air dan mudah dibersihkan, di ruang tidur, ruang keluarga dilengkapi dengan sarana ventilasi untuk pengaturan sirkulasi udara, di kamar mandi dan tempat cuci harus kedap air dan mudah dibersihkan, langit-langit harus mudah dibersihkan dan tidak rawan kecelakaan, bumbung rumah yang memiliki tinggi 10 meter atau lebih harus dilengkapi dengan penangkal petir, ruang di dalam rumah harus ditata agar berfungsi sebagai ruang tamu, ruang keluarga, ruang makan, ruang tidur, ruang dapur, ruang mandi dan ruang bermain anak, ruang dapur harus dilengkapi dengan sarana pembuangan asap.
  3. Pencahayaan, Pencahayaan alam atau buatan langsung atau tidak langsung dapat menerangi seluruh bagian ruangan minimal intensitasnya 60 lux dan tidak menyilaukan.
  4. Kualitas Udara, Kualitas udara di dalam rumah tidak melebihi ketentuan sebagai berikut : Suhu udara nyaman berkisar antara 18°C sampai 30°C, Kelembaban udara berkisar antara 40% sampai 70%, Konsentrasi gas SO2 tidak melebihi 0,10 ppm/24 jam, Pertukaran udara, Konsentrasi gas CO tidak melebihi 100 ppm/8jam, Konsentrasi gas formaldehide tidak melebihi 120 mg/m3.
  5. Ventilasi, Luas penghawaan atau ventilasi alamiah yang permanen minimal 10% dari luas lantai.
  6. Binatang penular penyakit, Tidak ada tikus bersarang di rumah atau memelihara yang rentan menularkan penyakit.
  7. Air, Tersedia air bersih dengan kapasitas minmal 60 lt/hari/orang, kualitas air harus memenuhi persyaratan kesehatan air bersih dan air minum sesuai dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku.
  8. Tersediannya sarana penyimpanan makanan yang aman dan hygienis.
  9. Pengolahan Limbah, Limbah cair berasal dari rumah, tidak mencemari sumber air, tidak menimbulkan bau dan tidak mencemari permukaan tanah. Limbah padat harus dikelola agar tidak menimbulkan bau, tidak menyebabkan pencemaran terhadap permukaan tanah dan air tanah.
  10. Kepadatan hunian ruang tidur, luas ruang tidur minimal 8m2 dan tidak dianjurkan digunakan lebih dari dua orang tidur dalam satu ruang tidur, kecuali anak dibawah umur 5 tahun.

Kesimpulan

Untuk menciptakan rumah sehat maka diperlukan perhatian terhadap beberapa aspek yang sangat berpengaruh, antara lain:  Sirkulasi udara yang baik, Penerangan yang cukup, Air bersih terpenuhi, Pembuangan air limbah diatur dengan baik agar tidak menimbulkan pencemaran, Bagian-bagian ruang seperti lantai dan dinding tidak lembab serta tidak terpengaruh pencemaran seperti bau, rembesan air kotor maupun udara kotor.

Sekalipun sederhana atau minimalis, jika beberapa kreteria di atas terpenuhi, maka rumah tersebut layak disebut sebagai Rumah Sederhana dan Sehat. Rumah yang tidak cukup hanya sebagai tempat tinggal dan berlindung dari panas cuaca dan hujan, namun rumah mempunyai fungsi sebagai : mencegah terjadinya penyakit, mencegah terjadinya kecelakaan, aman dan nyaman bagi penghuninya, menurunkan ketegangan jiwa dan sosial.

Sumber:

http://kotaku.pu.go.id - Keputusan Menteri Kesehatan RI No. 829 Menkes SK/VII/1999 Tentang Persyaratan Kesehatan Perumahan

www.journal.binus.ac.id  - Ditjen P2MPLM, Petunjuk Tentang Perumahan dan Lingkungan Serta Penggunaan Kartu Rumah, 1995. 

16 comments for "Rumah Sederhana Tidak Masalah, yang Penting Rumahnya Sehat?"

  1. Iya mas..yg plg penting punya rumah eh. Maksudnya yg pernting bersyukur...bersyukur itu berarti bertanggung jawab apa yang dikasih sm kuasa termasuk membuat nyaman dan asri

    ReplyDelete
  2. Bener banget ya, kak. Soalnya di beberapa tempat di bekasi. Masih ada hunian lama yang akhirnya banyak ditinjau belum memenuhi standar rumah sehat karena belum ada MCK di rumahnya.. Ternyata hal sepele pun harus dipikirkan banget ya dalam milih hunian

    ReplyDelete
  3. Memang walau memiliki rumah kecil sekalipun asal rumah sendiri pasti lebih nyaman ya mas. Rumah pun tidak perlu luas yang penting sehat untuk anggota di dalamnya

    ReplyDelete
  4. Membaca ini saya jadi teringat rumah saya di komplek dulu..
    Entah kenapa rasanya si arsitek seperti tidak memerhatikan keselamatan penghuni rumah. Air hujan yang jatuh memenuhi talang air sering melewati batas kapasitas. Gak aman banget rumahnya

    ReplyDelete
  5. Syukuri apa yang ada dan kita miliki saat ini, meski rumah kita kecil tapi milik sendiri itu lebih baik sebagaimana yang sering saya dengar RUMAHKU ISTANAKU

    ReplyDelete
  6. Bener sekali kak, rumah sederhana yang penting sehat dan punya sendiri ya, walaupun aku cewe, pengen sekali punya rumah sendiri. Jadi keliatan hasil kerja kalau udah punya rumah sendiri.

    ReplyDelete
  7. Setuju banget deh, meski rumah sederhana tapi kl rumahnya sehat, kita yg menghuni pun akan merasa nyaman dan sehat. Dan yg terpenting adalah rumah kita sendiri gak ngontrak2 lagi

    ReplyDelete
  8. Setuju kak, rumah sederhana lebih baik asal bersih, asri dan menenangkan. feel homey kemanapun pasti rumah yang jadi tempat untuk dirindukan pulang

    ReplyDelete
  9. setuju rumah sederhana dan sehat itu sudah istimewa sebagai tempat hunian keluarga ya kak..yg penting dpt melindungi kelg.dari terpaan panas hujan serta aman dan nyaman.ditinggali

    ReplyDelete
  10. Bicara soal rumah, kami dulu buat rumah sangat sederhana, awal berdiri sengaja buat pondasi dan diselesaikan bagian belakangnya dulu asal ada kamar dapur dan kamar mandi. yang penting tidak riba, dicicil buatnya kalau ada uang dibenahi. eh, datang teman-teman, tetangga istilahnya kasih arisan bahan bangunan. jadilah rumah itu seutuhnya. Oh, ya selain rumah yang sehat, tetangga yang baik juga harusnya jadi syarat sebuah rumah.

    ReplyDelete
  11. Membaca ini saya jadi semangat menabung nih biar lekas punya rumah sendiri. Semangat semangat!!

    ReplyDelete
  12. Rumah itu yang penting memang bukan luasnya, tapi harus dilihat dari sisi kesehatannya. Apalagi masih banyak rumah di Indonesia yg gk punya sanitasi yg baik

    ReplyDelete
  13. Ukuran rumah tidak jadi soa yang penting bersih dan nyaman ditinggalin bersama keluarga ya sista

    ReplyDelete
  14. Wow, jadi untuk memiliki hunian yang sehat dan nyaman banyak hal yang perlu diperhatikan dan dipertimbangkan ya. Okayh. Makasih sharingnya Kak, bisa buat acuan jika kelak kami hendak membangun rumah sendiri.

    ReplyDelete
  15. Rumah yang sehat menandakan pemiliknya pun sehat... lingkungan sekitar pun jadi ikutan sehat..

    ReplyDelete
  16. wah aku hampir lupa komponen sarana penyimpanan makanan yang aman dan hygienis. pasti ini juga sering dilewatkan oleh bapak dan ibu rumah tangga. harus sering dibersihkan dan dirawat dengan baik ya :D

    ReplyDelete

Post a Comment

Terima kasih sudah berkunjung dan meninggalkan jejak yang positif. Salam blogger!

Berlangganan via Email