Widget HTML Atas

Menjadi Guru Tangguh di Tengah Pandemi

guru inspiratif

Menjadi guru adalah sebuah pilihan sadar dan ikhlas. Bukan karena keterpaksaan atau profesi sampingan. Oleh karena itu, dibutuhkan totalitas dalam menjalankannya. Dengan penuh kesadaran dan keihklasan. Apalagi di tengah kondisi saat ini, kondisi pandemi Covid 19, guru dituntut untuk cepat beradaptasi dan meningkatkan kompetensi dalam kegiatan belajar mengajar secara daring.

Mendidik sesuai zamannya

Mengapa guru dituntut cepat beradaptasi dan terus meningkatkan kompetensi? Ya, karena seperti itulah sunnatullahnya. Zaman selalu selalu berubah begitu cepat, generasi selalu berganti, dari zaman kolonial hingga zaman milineal, tentunya cara mengajar dan cara memperlakukannya berbeda.

Jika guru tidak cepat beradaptasi dan menyesuaikan zamannya, maka siswa akan ketinggalan dan tidak siap menghadapi tuntutan pada zamannya. Padahal mendidik generasi itu, kita sedang menyiapkan anak untuk hidup pada zamannya. Zaman yang mungkin kita tidak hidup di zamannya.

Pada era milineal semuanya berubah dan berganti. Yang tidak boleh berganti adalah nilai-nilai karakter, adab, dan akhlak. Nilai-nilai inilah yang tidak boleh berubah dan tidak dapat diganti. Misalnya : nilai-nilai Religius, Jujur, Toleransi, Disiplin, Kerja keras, Kreatif, Mandiri, Demokratis, Rasa Ingin Tahu, Semangat kebangsaan, Menghargai Prestasi, Bersahabat/komunikatif, Cinta damai, Gemar Membaca, Peduli Lingkungan, Peduli Sosial, dan Tanggung Jawab. Nilai-nilai inilah yang harus ditanamkan kepada anak didik.

Nah, menyiapkan generasi masa depan yang memiliki nilai-nilai karakter di atas bukanlah pekerjaan mudah. Ada banyak faktor pendukung yang mempengaruhinya. Dan seorang guru tetap diharapkan dapat menjadi Agent of change. Guru yang mampu mengantar anak didiknya pada gerbang kesuksesan atau masa depan yang lebih baik. Sehingga, profesi guru bukanlah profesi yang main-main, harus dijalankan dengan kesungguhan dan bukan hanya sekedar menggugurkan sebuah tugas dan kewajiban.

Menjadi Guru yang Tangguh dan Inspiriratif

Guru harus selalu bercita-cita untuk menjadi guru yang ideal dan inspiratif. Memiliki karakter tangguh, yang siap menjalankan tugas dan siap menghadapi berbagai tantangan. Termasuk tantangan dalam proses pembelajaran jarak jauh.

Ketika seseorang terpanggil untuk mengabdikan diri sebagai guru maka seharusnya seorang guru sudah siap dengan tugas dan tanggung jawabnya sebagai seorang guru. Guru dituntut untuk memiliki kemampuan menjalankan tugas sebagai edukator, administrator, fasilitator, motivator, serta tugas dan tanggung jawab keguruan lainnya.

Selain itu, ada beberapa kompetensi guru yang perlu terus dikembangkan, sebagaimana ditulis Drs. Toto Sumarsono dalam sebuah makalahnya bahwa seorang guru harus melakukan pengembangan-pengembangan diri agar menjadi guru yang ideal dan inspiratif, antara lain: pengembangan akademik, akhlaq, ketrampilan mengajar, dan komitmen sebagai pendidik.

Beberapa hal yang harus terus dikembangkan oleh guru

Pertama, pengembangan akademik.

Seorang guru harus selalu meningkatkan kemampuan akademik, baik secara formal maupun non formal. Guru harus selalu mengasah kemampuan secara terus menerus karena guru dituntut memiliki pengetahuan yang mendalam terkait ilmu yang akan diajarkan serta mampu memberikan atau menyampaikan pengetahuan kepada anak didik dengan penuh tanggung jawab. Selain itu, guru selalu mengembangkan budaya prestasi dan mampu membangkitkan anak didik untuk berprestasi sesuai dengan bakat dan kecerdasan masing-masing.

Kedua, pengembangan Akhlaq.

Guru senantiasa memperbaiki prilaku atau akhlaq pribadi dan membimbing karakter murid-muridnya menjadi lebih baik. Murid yang berkarakter lahir dari guru-guru yang berkarakter pula. Sebagai contoh, guru yang memiliki karakter jujur akan memberi contoh berlaku jujur, maka guru tersebut akan menjadi teladan kejujuran bagi murid-muridnya. Guru yang jujur akan berupaya keras dan tegas dalam menerapkan prilaku jujur. Tetapi, jika seorang guru tidak memiliki prilaku jujur maka ia akan cenderung kurang tegas dan memaklumi terhadap tindakan tidak jujur. Oleh karena itu, dalam tataran praktik, menjadi guru dalam bidang apapun harus menekankan tujuan untuk membangun karakter murid. Salah satunya karakter jujur.

Ketiga, pengembangan keterampilan mengajar.

Guru selalu meningkatkan keterampilan dan menambah kompetensi-kompetensi lain terkait bidang keguruan. Seperti kompetensi mengelola kelas (classroom management), keterampilan mengajar (teaching skill), dan lain sebagainya. Guru juga memiliki keterampilan administratif, misalnya mampu mengoperasikan komputer, keterampilan menulis dan keterampilan-keterampilan lain yang mendukung profesi keguruan.

Dan yang terakhir, pengembangan komitmen pendidik.

Profesi guru adalah profesi yang mulia, akan bernilai ibadah jika diniatkan dengan tulus ikhlas karena Allah, sang pemilik ilmu. Jika seorang guru memiliki komitmen yang baik terhadap profesinya serta memaknai tugas keguruan bukan sebuah pekerjaan, akan tetapi sebuah pengabdian, maka segala sesuatu yang ditimbulkan dari pengabdian tersebut menjadi ringan dan bukan suatu beban. Sehingga, seorang guru akan selalu merasa senang dan bersemangat dalam menjalankan tugas sebagai guru.

Mengakhiri tulisan ini, saya menyampaikan, tetaplah semangat menjalankan tugas sebagai guru. Tetaplah bersabar menghadapi segala kondisi yang mungkin tidak sesuai. Karena jikalau menjadi guru itu amanah yang ringan, mungkin anak-anak akan dididik sendiri oleh orang tuanya masing-masing. Kalau-lah mendidik dan membimbing generasi itu pekerjaan yang tidak menyibukkan, pasti banyak orang tua yang ingin menambah kesibukkannya. Tetaplah ikhlas dalam mengabdi dan merawat generasi rabbani. Wallahu a’lam (MB)

1 comment for " Menjadi Guru Tangguh di Tengah Pandemi"

  1. https://www.jejakruang.com/2020/08/menjadi-guru-tangguh-di-tengah-pandemi.html peserta lomba blog nomor 73

    ReplyDelete

Post a Comment

Terima kasih sudah berkunjung dan meninggalkan jejak yang positif. Salam blogger!

Berlangganan via Email