Widget HTML Atas

Prilaku Boros dan 5 Cara Menghindarinya


Prilaku Boros dan 5 Cara Menghindarinya.- Menjelang hari raya biasanya orang sering ‘khilaf dan kalap’. Khilaf dengan makna ibadah Ramadhan dan idul fitri. Lupa dengan ibadah. Semangat ibadah juga mulai menurun. Kalah dengan semangat berbelanja. Sibuk dengan belanja kebutuhan hari raya. Di situlah kadang orang seringkali ‘kalap’. 'Lupa daratan' dalam berbelanja.

Pengertian dan contoh prilaku boros

Nah, kali ini saya ingin membahas topik yang kadang saya sendiri juga masih melakukannya. Tentunya, tujuan dari tulisan ini adalah mengingatkan diri sendiri biar 'nggak' lupa. Semoga tulisan ini juga bermanfaat untuk sobat semua. Topik tersebut adalah tentang prilaku boros atau pemborosan.

Sebelum membahas seperti apa prilaku boros? Ada baiknya kita lihat beberapa contoh berikut. Apakah prilaku berikut juga termasuk boros?

Apakah menggunakan uang untuk belanja melebihi kebutuhan disebut boros? Membiarkan listrik menyala tanpa ada manfaatnya juga kita sebut boros? Air kran yang mengalir di rumah kita tanpa guna juga kita sebut pemborosan? Menumpuk makanan di kulkas secara berlebihan hingga lupa, akhirnya basi dan busuk, apakah juga disebut pemborosan?

Selain itu, contoh berikut apakah juga termasuk prilaku pemborosan?
Misalnya : melakukan pekerjaan yang sia-sia, terlalu banyak tidur, terlalu banyak makan dan minum, menumpuk harta yang tidak begitu kita perlukan untuk diri sendiri dan masyarakat, membantu orang lain dalam kemaksiatan, mengonsumsi makanan/minuman yang berbahaya dan tidak ada manfaatnya, dan lain sebagainya.

Apakah yang disebut prilaku boros atau pemborosan?

Dalam kamus besar bahasa Indonesia, kata boros memiliki arti berlebih-lebihan dalam pemakaian uang, barang, dan sebagainya. Orang yang berlebih-lebihan dalam pemakaian uang, barang, dan sebagainya disebut pemboros. Sedangkan proses atau cara melakukan perbuatan memboroskan disebut pemborosan.

Prilaku boros menurut Islam.

Lalu, apakah yang dikatakan dalam Al Qur’an tentang perbuatan boros dan pemborosan ini ?

Dalam Al Qur’an kata boros disebut dengan beberapa nama antara lain Isrof dan tabdzir. Dua-duanya memiliki arti yang kurang lebih sama yaitu menyia-nyiakan sesuatu tanpa manfaat melebihi batas disetiap perbuatan, misalnya menyia-nyiakan harta. Dan perbuatan ini dilarang oleh Allah SWT. Sebagaimana ayat Al Qur’an surat Al A’raf ayat 31 :

Hai anak Adam, pakailah pakaianmu yang indah di setiap (memasuki) mesjid, makan dan minumlah, dan janganlah berlebih-lebihan. Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang berlebih-lebihan.
Dan masih ada ayat-ayat lain dalam Al Qur’an tentang larangan Isrof.

Sedangkan Tabdzir atau Mubadzir secara istilah adalah membelanjakan/mengeluarkan harta benda yang tidak ada manfaatnya dan bukan dijalan Allah. Sifat Tabzir ini timbul karena adanya dorongan nafsu dari setan dan biasanya untuk hal-hal yang tidak disenangi oleh Allah serta ingin dipuji oleh orang lain.

Antara Isrof dan Tabdzir memiliki titik tekan yang sedikit berbeda. Israf menekankan pada berlebih-lebihannya, sedangkan Tabzir menekankan pada kesia-siaan benda yang digunakan itu.

Sikap Tabzir dapat terjadi dalam berbagai hal, misalnya boros dalam menggunakan uang, boros dalam menggunakan harta, boros dalam menggunakan waktu dan lain sebagainya. Agama Islam melarang pada setiap umatnya untuk berlaku boros, karena hal tersebut dapat merugikan pada diri sendiri dan orang lain.

Sebagaimana firman Allah surat Al Isra’ ayat 26-27 :
Dan berikanlah kepada keluarga-keluarga yang dekat akan haknya, kepada orang miskin dan orang yang dalam perjalanan dan janganlah kamu menghambur-hamburkan (hartamu) secara boros. Sesungguhnya pemboros-pemboros itu adalah saudara-saudara syaitan dan syaitan itu adalah sangat ingkar kepada Tuhannya.
Dari sedikit uraian di atas, maka kita akan sepakat, bahwa prilaku atau perbuatan boros adalah sikap yang harus dihindari dalam kehidupan kita dan dalam hal apapun. Karena sesungguhnya Allah menyuruh kita untuk berada dalam kondisi sederhana, artinya berada di tengah-tengah, tidak boros dan tidak terlalu hemat alias pelit.

Sebagaimana firman Allah dalam surat Al-Furqan : 67.
Dan orang-orang yang apabila membelanjakan (hartanya kepada anak-anak mereka) mereka tidak berlebih-lebihan dan tidak pula kikir dan adalah di antara yang demikian itu mengambil jalan pertengahan.

Ada beberapa cara agar kita terhindar dari prilaku boros. 

Bagaimana menghindari prilaku boros?

Pertama, memiliki pola hidup sederhana.

Orang sederhana tidak identik dengan ketidak mampuan. Kesederhanaan timbul karena pemahaman akan hakikat hidup didunia. Dalam pandangannya, dunia bukanlah tempat yang abadi, dunia hanya sebagai tempat untuk beramal sehingga ketika ia diberi karunia berupa harta benda maka ia akan pergunakan seperlunya sesuai dengan kebutuhannya dan selanjutnya ia belanjakan dijalan Allah.

Kedua, merenungkan akibat dari prilaku boros.

Prilaku boros memiliki dampak yang tidak baik. Menyebabkan kesulitan-kesulitan hidup berikutnya. Baik ketika di dunia maupun di akhirat. Ketika Allah sudah melarang dan tidak menyukai perbuatan tersebut, berarti ada hikmah yang tersimpan dibalik larangan tersebut. Misalnya, ketika Allah tidak menyukai orang yang berlebih-lebihan dalam makan dan minum,  hikmahnya adalah ternyata banyak sumber penyakit itu disebabkan dari makan yang kekenyangan dan sembarangan (berlebihan). Belum termasuk kesengsaraan kelak di akhirat.

Ketiga, tidak berteman dengan orang berprilaku boros.

Kita sangat mafhum, bahwa perbuatan tidak baik itu sangat mudah menular. Ketika kita berteman dengan orang-orang yang memiliki karakter tidak baik, maka cepat atau lambat kita akan terjangkit karakter serupa. Termasuk prilaku boros.

Keempat, mengendalikan hawa nafsu.

Ketika memiliki uang berlebih, seringkali sulit untuk mengatur keuangan. Selalu saja ingin membeli ini dan itu, yang kadang tidak terlalu penting. Prilaku boros pun tidak terhindarkan. So, sebisa mungkin, dengan tekad yang kuat untuk mengendalikan nafsu, dan mengarahkannya dengan benar. Bisa dengan cara seperti shalat malam, puasa sunat, keutamaan bersedekah, dan lain-lain.

Kelima, memiliki niat yang kuat menghindari prilaku boros.

Sebenarnya, bila ada keinginan untuk menghilangkan sifat boros, maka mudah untuk kita melakukannya. Yaitu, niatkan dalam diri untuk menghilangkan sifat yang tidak dianjurkan oleh Allah SWT. Dengan niat yang kuat, maka orang tersebut akan mulai menata cara berpikir dan cara hidupnya. Ia akan dapat memilih dan memilah antara kebutuhan dan keinginan, mana yang penting dan tidak penting, mana yang berguna dan mana yang sia-sia.

Demikian uraian singkat tentang prilaku boros. Semoga kita terhindar dari perbuatan boros, dapat menjadi orang yang sederhana dan dicintai oleh Allah SWT. Wallahu a’alam.

30 comments for "Prilaku Boros dan 5 Cara Menghindarinya"

  1. Poin 4 susah ngeremnya. Sekarang aq lagi berusaha hemat beli makanan. Bulan Ramadan malah banyak banget yang pingin dibeli, padahal kan kita lagi dibatasi social distancing. Ga banyak temen yang bakal menikmati bersama..

    ReplyDelete
  2. Alhamdulillah diingatkan supaya tidak berlaku boros. Apalagi saat kondisi pandemi seperti ini.
    Terima kasih.

    ReplyDelete
  3. terima kasih untung postingannya. mengingatkan aku untuk lebih berhemat. Kadang secara ga sadar aku suka boros, apa lagi kalau uda untuk anak :(

    ReplyDelete
  4. Pernah mendengar sebuah kutipan dari seorang enterpreneur, agar kita tidak boros sebaiknya kita membeli sesuatu yang kita butuhkan dan merenungkannya selama 7 hari apakah barang tersebut harus kita beli atau tidak.

    ReplyDelete
  5. Alhamdulillah, menjelang lebaran tahun ini banyak mall tutup, setidaknya membuat kita sedikit terhindar dari belanja boros. BTW, terima kasih untuk selalu mengingatkan.

    ReplyDelete
  6. Kadang kita udah ada niat buat ga beli ini itu dan pengennya berhemat. Tapi selalu ada aja godaan buat boros wkwk. Makasih min tipsnya, langsung coba terapin nih

    ReplyDelete
  7. Bener nih susah ngerem hawa nafsu. Tapi kala pandemi begini harus mikir seribu kali emang mau boros. Kadang ngisi keranjang shopee mau check out mikirnya seribu kali. Makasih sudah diingatkan.

    ReplyDelete
  8. Nomer 3 bener banget. Pasti terpengaruh kitanyaaa kann Alhamdulillah sudah jaga jarak sama yg suka hedon 😁😁

    ReplyDelete
  9. kadang udah niat gak mau boros, cuma kadang khilaf hikss.. malah kadang di niatkan khilaf 1 bulan sekali,, Wallohu musta'an

    ReplyDelete
  10. Prinsip saya simple sih, harus bisa membedakan mana kebutuhan dan gaya hidup. Selagi bisa memanage kedua hal tersebut, pasti kita bisa menghindari perilaku boros. Kebanyakan mereka yang berperilaku boros adalah yang menuruti gaya hidup.

    ReplyDelete
  11. Sekarang ini mau boros pun emang ga bisa hehe
    Makasih pencerahannya..
    Lebih baik hidup sederhana 🙏

    ReplyDelete
  12. Nomer 4 yang paling sukar mengeremnya. Soalnya kadang2 dia berwujud kebutuhan, padahal cuma keinginan doang. Akhirnya setelah barangnya dibeli, muncul penyesalan.

    ReplyDelete
  13. Nah tiga dan empat itu yang rada susah di hindari wkwkk.
    Kalau udh bareng teman, pas belanja dan diri sendiri gak.belanja kok gatal yaa atau kok rasa miskin sekali ya aku masak gak mau ikutan😀padahal udh tahu yang begitu tidk baik.

    ReplyDelete
  14. Kebetulan tahu betul dampak jika kita punya lingkungan atau teman dekat yang boros. Dulu saya sebagai guru asrama yang sekoalhnya cukup elit. Ada yg punya uang jajan aja berjuta-juta. Padahal makan sudah ditanggung 3xsehari. Akhirnya ada anak yang ikut-ikutan boros dan orang tuanya mengeluh kepada saya.

    ReplyDelete
  15. MasyaAllah tabarakallah, terima kasih ka atas pengingatnya. semoga kita terhindar dari sikap boros ini ya. Aamiin

    ReplyDelete
  16. Tidak berteman dengan teman yang boros. Terlalu dekat, Setuju, kan gak enak kalau dia belanja kitanya cuma lihatin.

    ReplyDelete
  17. Bener sih, lingkungan bisa jadi pengaruh. Dulu waktu kerja jadi guru asrama yang cukup elit, ada beberapa anak-anak yang jajannya berlebihan. Lalu ada anak yang ikut-ikutan. Akhirnya orang tuanya mengeluh sama saya kalau anaknya jadi lebih boros. Pelajaran banget

    ReplyDelete
  18. Niat untuk tidak boros sudang. Namun yang susah ngerem point no 4.

    Ada diskon dan barang unik langsung deh niat tadi brantakan.

    ReplyDelete
  19. Kadang geli sendiri baca tidka berteman dengan orang yang berperilaku boros. Kalo dipikir-pikir, boros itu memang menular juga. Hehehe. Gara-gara lihat perilaku teman, eh kita jadi ikut-ikutan juga deh.

    ReplyDelete
  20. Duh, Yuni kayak berasa disentil aja. Tapi nggak papa. Orang bisa berubah.

    Hidup sederhana itu nggak sesulit yang kita pikirkan. Menahan untuk membeli makanan secukupnya juga nggak papa.

    Toh kalau menuruti nafsu pas membeli takjil, ujung-ujungnya juga nggak kemakan. Hehehe

    ReplyDelete
  21. segala sesuatu tergantung niat ya kak..kalau niat tdk boros karena bisa membedakan antara kebutuhan dan keinginan insyaallah tdk akan boros sih ya.. yg gawat klo segala sesuatu dianggap kebutuhan (pdhal cuma keinginan) krna tergiur iklan dan lingkungan hihi..

    ReplyDelete
  22. Duh aku baca artikel ini sambil senyum2. Karena aku kayak ngerasa Alhamdulillah bukan aku banget yang boros begini hihi. Dan tips di atas yang paling aku setuju adalah memiliki pola hidup sederhana agar terhindar dari boros

    ReplyDelete
  23. bener nih, saya sama suami juga lagi dalam fase hemat haha. sudah cukup boros dan lebih banyak investasi or nabung. sebenarnya mah untuk hidup cukup-cukup aja ya, yang enggak cukup itu gaya hidupnya, hehe. makasih tipsnya.

    ReplyDelete
  24. Aku pernah banget boros dalam beli2 pakaian , terus tiba2 lihat lemari banyak sekali baju yang belum dipakai akhirnya udah beberapa tahun jarang beli2 baju, ehhh punya kawan suka beli bahan kena racun setiap hari libur pergi ke melawai atau ke took bahan baju , dan kuliat bahan baju yang belum dijahit banyak. Ya semoga istiqomah untuk tidak boros udah dimulai dari tahun lalu tetap tp belum konsisten.

    ReplyDelete
  25. Berhenti bersikap hidup boros itu gampang-gampang susah. Biasanya paling mudah kalau sudah kena batunya. Misalnya karena terlalu boros akhirnya kebutuhan utama malah nggak terpenuhi karena lebih mengutamakan belanja.

    Berteman dengan sesama pelaku hidup sederhana, ini menurutku efektif. Kita akan seperti dengan siapa kita berteman.

    ReplyDelete
  26. Saya sangat setuju dengan pola hidup yg sederhana. Kadang manusia itu terlalu banyak inginnya padahal belum tentu berguna

    ReplyDelete
  27. apappun itu poin manapun aku lagi sedang belajar untuk tidak boros agar bisa membeli sesuatu yg aku inginkan

    ReplyDelete
  28. Kalo saya biasanya melihat apakah saya butuh atau sekadar ingin. Selain itu juga nunggu, mau baju A, tunggu 1 minggu, masih pengen gak, trus tunggu lagi satu minggu terus aja gitu sampe gak pengen hahaha

    ReplyDelete
  29. susah kadang mengendalikan hawa nafsu
    aku sring boros beli buku
    sejak zaman kuliah rela laper buat beli buku
    udah dibeli tahunya ga ada waku buat baca semua
    numpuk deh

    ReplyDelete

Post a Comment

Terima kasih sudah berkunjung dan meninggalkan jejak yang positif. Salam blogger!

Berlangganan via Email