Widget HTML Atas

5 Masalah dan Solusinya Anak di Pesantren


Masalah di pondok

5 Masalah dan Solusinya Anak di Pesantren.- Anak di pesantren merupakan anugerah dari Allah untuk orang tua. Anak di pesantren itu adalah rizki bagi orang tua. Maka orang tua patut bersyukur jika seorang anak mau dan kerasan dididik di pesantren. Karena memang kadang tidak mudah melepas anak untuk berada di pesantren. Butuh keikhlasan dan niat yang kuat. Bahwa pendidikan di pesantren adalah pilihan yang tepat bagi orang tua maupun anak.

Nah,biasanya untuk mendapatkan sesuatu yang menguntungkan atau hasil yang besar, terkadang ada gangguan, halangan, rintangan, dan godaan yang tidak ringan. Namun, jangan khawatir, godaan atau masalah tersebut akan selesai jika orang tua memiliki tekad dan niat yang kuat.

Apa saja permasalahan anak di pesantren?

Pertama, Anak belum kerasan.

Bagi orang tua jangan mudah kalah dengan keinginan anak yang merasa tidak kerasan. Lebih baik menggali informasi dan alasan, kenapa anak tidak kerasan? Biasanya yang banyak dikeluhkan anak tidak kerasan adalah masalah sarana yang kurang nyaman. Sekali lagi menempatkan anak di pesantren bukan kenyamanan sebagai tujuan.

Orang tua harus bisa memberi semangat bahwa keterbatasan-keterbatasan sarana yang ada di pesantren justeru akan menjadikan anak memiliki empati, kesederhanaan, melahirkan kreatifitas dan kemandirian. Bukankah orang-orang hebat di negeri ini banyak yang terlahir dari keterbatasan?

baca juga : 6 Cara Tepat Menasihati Anak Remaja

Kedua, Anak belum terbiasa bangun malam. 

Membangun kebiasaan itu memang tidak mudah. Butuh waktu yang lama dan dilakukannya bertahap. Maka sebenarnya bagi santri pemula, tidak boleh langsung dipaksa mengikuti jadwal atau aturan pesantren jika belum siap. Anak diberikan toleransi sambil tetap diberikan motivasi. Sehingga anak akan dengan sadar melakukan aktifitas ibadah tanpa dipaksa. Termasuk ibadah shalat malam. Anak mengerti manfaat dan fadhilah dari amal-amal yang dilakukan.

Ketiga, Anak belum bisa mengatur uang. 

Masalah kehilangan uang, uang dipinjam teman, kehabisan uang, dan lain sebagainya adalah hampir menjadi permasalahan umum di dunia pesantren. Sekali lagi, justeru dengan permasalahan-permasalahan yang ada, anak akan menjadi kuat dan tangguh. Anak akan terbiasa menghadapi masalah dan tahu cara menyelesaikannya.

Ia akan tahu bagaimana cara agar uang tidak hilang, tahu caranya agar uang tidak dipinjam teman atau tahu berbagai karakter teman, dan juga tahu bagaimana cara berhemat. Dengan catatan, orang tua tidak mudah turut serta membantu menyelesaikan permasalahan anak di pesantren. Biarkan anak menyelesaikan masalahnya sendiri.

Keempat, Anak belum bisa menjaga barang pribadi. 

 Permasalahan ini hampir sama dengan poin di atas. Permasalahan tentang kemandirian. Baju hilang, celana sobek, sabun mandi hilang, sikat gigi raib, buku hilang, sepatu kotor, sandal digoshob dan lain-lain. Hal-hal yang demikian, bagi orang tua tidak perlu ditanggapi terlalu lebay, atau bahkan didramatisir.

Jika anak kita demikian, berarti anak memang perlu waktu untuk belajar lebih mandiri. Prosesnya butuh pengorbanan. Anak masih butuh difahamkan dan terus dimotivasi. Sekali lagi, ketika seorang anak lapor celananya sobek, bajunya hilang, please! Orang tua jangan langsung datang dan menggantinya dengan yang baru. Biarkan mereka menyelesaikan masalahnya sendiri.

Kelima, Anak belum bisa beradaptasi dan bersosialisasi. 

Adaptasi dan sosialisasi adalah persoalan waktu. Jika anak kita sulit beradaptasi dan bersosialisasi maka justeru di pesantren inilah mereka akan belajar. Belajar mengenal lingkungan luar, mengenal teman dari berbagai latar belakang, belajar mengungkapkan pendapat, dan lain-lain. Dengan intensitas pertemuan yang lama, melakukan aktitifitas bersama-sama selama 24 jam akan menjadikan antar teman menjadi dekat dan akrab.

Demikian lima hal godaan anak dipesantren dan beberapa cara menyelesaikannya. Dan yang terpenting lagi bagi orang tua adalah mampu mengikhlaskan anak di pesantren, disyukuri, tidak telat mendoakannya, dan juga tidak telat “kirimannya”. Wallahu a’lam.
baca juga : Khawatirlah dengan remaja kita

No comments for "5 Masalah dan Solusinya Anak di Pesantren"

Berlangganan via Email