Widget HTML Atas

Mengapa harus di pesantren? Inilah 9 Keuntungannya Anak di Pesantren

keuntungan anak di pesantren atau sekolah berasrama

Mengapa harus di pesantren? Inilah 9 Keuntungan Anak di Pesantren.- Menyekolahkan anak di pesantren atau sekolah berasrama itu memang berat. Problematikan anak di pesantren pun bermacam-macam. Misalnya anaknya pengen mondok tetapi orang tua masih berat, ada orang tua yang ingin anaknya mondok tetapi anak belum bisa dibujuk, ada yang tidak tega anaknya di pesantren, tidak siap berpisah dengan anak, dan lain sebagainya.

Memiliki anak di pesantren itu memang berat dan banyak tantangannya, namun demikian jika orang tua yang memiliki anak di pesantren akan mendapatkan beberapa keuntungan atau manfaat. Biar anda tidak bingung, anda butuh merenung dan mempertimbangkan dalam memilih sekolah. Sebagaimana ditulis kak Steffifauziah dalam blognya.

Pengertian Pesantren

Apa yang dimaksud pesantren? menurut wikipedia Indonesia, Pesantren adalah sebuah pendidikan tradisional yang para siswanya tinggal bersama dan belajar di bawah bimbingan guru yang lebih dikenal dengan sebutan kyai dan mempunyai asrama untuk tempat menginap santri. Santri tersebut berada dalam kompleks yang juga menyediakan masjid untuk beribadah, ruang untuk belajar, dan kegiatan keagamaan lainnya. Kompleks ini biasanya dikelilingi oleh tembok untuk dapat mengawasi keluar masuknya para santri sesuai dengan peraturan yang berlaku.

Seiring waktu, konsep pesantren pun mengalami beberapa perkembangan, termasuk adanya pesantren modern. Masing-masing pesantren memiliki ciri khas dan keunggulannya masing.

9 Keuntungan Anak di Pesantren atau sekolah berasrama

Pertama, Bapak ibunya akan tenang dalam mencari nafkah.

Sebenarnya tugas pengasuhan dan pendidikan anak adalah tugas dan kewajiban orang tua namun karena keterbatasan kemampuan orang tua, orang tua mempercayakan sekolah dan pesantren untuk pengasuhan dan pendidikan anaknya. Ketika anak sudah mendapatkan pengasuhan dan pendidikan di pesantren maka orang tua tinggal memenuhi kebutuhan anak ketika di pesantren. Orang tua bisa fokus mencari nafkah yang halal untuk biaya pendidikan anaknya. Serta tidak lupa senantiasa mendoakan anak-anak. Semoga anak yang di-pesantren-kan menjadi anak anak yang soleh dan berbakti kepada kedua orang tua.

Kedua, anak terjaga sholat 5 waktunya berjamaah di masjid.

Membangun kebiasaan hingga menjadi karakter tidaklah semudah membalikkan telapak tangan. Butuh kesungguhan dan pembiasaan yang terus menerus. Pengawasan yang maksimal. Nah, ketika di pesantren anak akan terjaga ibadahnya termasuk sholat 5 waktu. Harapanya anak tumbuh kesadaran untuk menjalankan shalat tanpa disuruh dan diawasi oleh orang lain, termasuk orang tua.

Ketiga, anak rutin membaca dan menghafal Al Qur’an secara teratur.

Membiasakan anak rutin membaca Al Quran ketika di rumah membutuhkan waktu dan pengawasan yang maksimal. Bahkan banyak orang tua yang mengeluh, kalau anaknya sulit dan tidak mau disuruh membaca Al Quran. Ketika anak disuruh mengaji, yang terjadi justeru anak ‘perang’ dengan orang tua. Maka sangat tepat jika anak ada di pesantren, anak akan terbiasa membaca qur’an dan menghafalkannya.

Keempat, anak terjaga ibadah-ibadah sunnahnya.

Pada umumnya di pesantren diterapkan peraturan dan pembiasaan terkait ibadah sunnah. Ibadah sunnah menjadi aktifitas rutin bagi santri. Seperti harus bangun untuk shalat tahajud, shalat dhuha, puasa sunnah Senin-Kamis, dan ibadah sunnah lainnya. Menanamkan pembiasaan seperti ini tidak ada jika bukan di pesantren.

Kelima, anak mendapatkan pemahaman agama lebih banyak.

Untuk poin ini memang yang diharapkan oleh semua orang yang anaknya berada di pesantren. Harapannya ketika anak lulus dari pesantren, anak memiliki bekal ilmu agama yang matang. Anak bisa mengetahui tata cara wudhu, shalat, puasa, dan lain-lain. Anak memiliki aqidah yang lurus dan ibadah yang benar. Baik ibadah mahdhah atau ghairu mahdhah, ibadah wajib ataupun sunnah.

Keenam, anak terjaga dari pergaulan bebas.

Mendidik anak itu ibarat petani yang sedang merawat tanamannya. Agar tanaman tumbuh dengan baik, salah satunya dengan membersihkan rumput-rumput yang menggangu di sekitar tanaman. Begitu juga dalam mendidik anak. Agar anak tidak terganggu lingkungan yang kurang baik, terlibat pergaulan bebas dan pengaruh narkoba, dan pengaruh negatif HP maka anak harus diseterilkan dari gangguan-gangguan tersebut. Membersihkan dan menjauhkannya dari anak. Hingga anak ini menjadi kuat dari gangguan-gangguan tersebut. Salah satu caranya adalah dengan mendidik anak di pesantren.

Ketujuh, anak terbiasa hidup mandiri, disiplin dan sederhana.

Pesantren merupakan kawah candradimuka. Pesantren menjadi tempat untuk menempa anak menjadi kuat, baik jasmani maupun ruhani. Pesantren menjadi tempat membangun karakter. Sehingga tata tertib dan peraturan, pembiasaan, konsekuensi, hingga masalah yang dihadapi anak di pesantren merupakan bagian dari proses yang harus dilewati anak menuju generasi muslim yang soleh, cerdas, kuat, mandiri, disiplin, berani, dan tangguh, serta karakter positif lainnya.

Kedelapan, anak memiliki pergaulan luas.

Santri yang ada di pesantren rata-rata berasal dari berbagai daerah di Indonesia, bahkan ada yang dari luar negeri. Sehingga tidak menutup kemungkinan mereka akan saling mengenal, bertukar informasi, dan saling mengenal budaya masing-masing daerah. Memungkinkan juga mereka mengenal dan menguasai berbagai bahasa daerah di Indonesia. Pergaulan santri lebih luas, tentunya pengalaman santri juga akan lebih banyak.

Kesembilan, anak selalu mendoakan kedua orang tuanya.

Untuk poin ini, suatu saat, cobalah orang tua bertanya ke anak-anaknya, bagaimana cara mereka berdoa untuk kedua orang tuannya, atau sejak kapan anak berdoa untuk orang tua? Jika anak tidak bisa menjawab, saya sarankan anak-anak dididik di sekolah yang ada pesantrennya. 

Anak yang soleh yang mau mendoakan kedua orang tuanya merupakan jariyah bagi orang tua. Anak menjadi investasi berharga bagi orang tua kelak, anak menjadi dewasa, memiliki keterampilan dan terbiasa dengan adab-adab islami, dan menjadi penolong kelak di akhirat.

Demikian sembilan keuntungan anak di pesantren atau di sekolah berasrama, semoga tulisan ini dapat memberikan pertimbangan bagi para orang tua untuk pendidikan putra putrinya. Semoga bermanfaat.

33 comments for "Mengapa harus di pesantren? Inilah 9 Keuntungannya Anak di Pesantren"

  1. Untuk anak dipesantren emang lebih aman dan bisa dikontrol ya pergaulannya.. setuju bangetsaya apalagi perkembangan zaman now yg bisa bikin anak terseret ke pergaulan yg kurang sesuai ya kak

    ReplyDelete
  2. Cita-cita banget nih bisa masukin anak ke pesantren gontor putri. Dekat rumah ortu soalnya tahu banget kerennya pesantren itu... Semoga kelak bisa Aamiin

    ReplyDelete
  3. Aku pernah nih di kantorku ada yang anak2nya dimasukkan ke pesantren, jadi mulai SD sampai SMA di pesantren , ku bilang aja, enak dong ya gak pusing urusin anaknya wkwkw ,
    dia bilang supaya agamanya lebih kuat apalagi zaman now ya.

    ReplyDelete
  4. Setuju sih, banyak manfaatnya. Anak lebih mandiri dan terawasi. Pastinya benteng agama akan lebih kuat 😀🙏

    ReplyDelete
  5. Pengalaman bergaul di pesantren sangat berbeda dengan pergaulan sebatas bertemu di bangku sekolah. Hidup bersama 24 jam sehari bikin kita paham keperibadian teman lebih jelas. Ada kondisi di mana seseorang yang hebat di sekolah namun di pesatren ketahuan kalau dia ternyata jorok misalnya. hihi...

    Atau santun di sekolah ternyata ketika hidup sekamar di pesantren, doi sangat sarkastik saat bicara. Sebaliknya, ia yang tidak pernah diakui di sekolah, tapi di pesantren ketahuan kalau dia ternyata asik kalau ngobrol. Ada aja tingkah lucu dan serunya. Itu sekelumit keunikan pesantren yang pernah saya alami di masa remaja.

    Intinya, saya menemukan tempaan keperibadian yang berbeda dan lebih intens ketika hidup di pesantren dengan sekedar rutinitas sekolah biasa.

    ReplyDelete
  6. Ponaan aku ada yg di pesantren.. Lumayan, tp kadang sedih juga rasanya Kak.

    ReplyDelete
  7. Banyak keuntungan anak di pesantren ya...Meski demikian aku dan suami memutuskan anak-anak di rumah dan sekolah di SD dan SMP yang merupakan sekolah berbasis Islam. Jadi anak-anak masih dekat dan dalam pengasuhan orang tua tapi punya pemahaman agama lebih daripada sekolah umum biasa
    Tapi, lagi-lagi itu pilihan ya, mau pesantren, sekolah umum, home schooling ada lebih kurangnya

    ReplyDelete
  8. Saya tuh masih aneh. Saya senang lihat anak-anak saudara saya di pesantren, tapi kok saya pribadi masih belum ready anak saya suatu hari mondok di pesantren. Heuheuheu. Malah curhat. Mungkin saya mainnya kurang jauh, atau mungkin karena anak-anak saya masih kecil, lagi sayang-sayang banget.

    ReplyDelete
  9. Setuju banget meamsukkan anak ke pesantren tentunya anak akan mendapatkan pendidikan plus ya jadi diharapkan anak sekeluarnya dari pesantren mempunyai life value yang mumpuni

    ReplyDelete
  10. Bener banget mas ini. Beberapa kali sempat berdebat dengan suami, kelak anak mau dimasukin pesantren apa ndak. Huhu. Butuh hal2 yg menguatkan hati seperti ini.

    ReplyDelete
  11. Dahulu aku agak parno melihat orang pesantren itu pergaulan hanya tentang agama, ternyata pergaulan mereka sangat luas dan banyak orang" yang baru mereka kenal. Wah yang penting ibadah jalan terus dan cari nafkah jalan terus juga

    ReplyDelete
  12. Selama ini saudara2 saya banyak yang lulusan dari pesantren di Jawa, salah satunya pesantren di An-Nawawi Berjan. Jadi bagus2 tuh hapalan quran dll... mantaplah, pesantren memang harus tetap ada untuk generasi muslim yang lebih kaffah :) thanks artikelnya sudah kubaca.

    ReplyDelete
  13. hebat bgt org tua sama anak yang mau dimasukin pesantren, klo aku yg ngalamin nggak tau kuat apa enggak, selalu salut lah

    emang jadi berasa lebih aman ya kak, disana kan juga diawasin, pendidikan agamanya bagusss

    ReplyDelete
  14. Dulu pernah punya impian lanjut SMA di asrama tapi ga jadi 😆

    ReplyDelete
  15. Sebenarnya bagus jika ada anak ditaruh di pesantren namun kadang anak masih belum mengerti pengorbanan orang tua, sehingga ada sebagian kecil anak yg nekat kabur dr pesantren..pengalaman anak tetangga.

    ReplyDelete
  16. Iya, banyak sekali manfaat memasukkan anak ke pesantren.Hidup kita juga jadi lebih berkah ya. Dan anak selalu membantu mendoakan kita.

    ReplyDelete
  17. Kehidupan pesantren memang baik. pengen masukkan anak anak ke sana. tapi anak anakku masih kecil. cita citanya anak bisa jadi hafidz.quran. Aammiin

    ReplyDelete
  18. sebetulnya dibalik alasan baik orang tua memasukkan anaknya ke pesantren, saya suka sedih karena pesantren dijadikan mesin cuci oleh sebagian oknum yg menghaarpkan anak "bermasalah" jadi baik setelah masuk pesantren.

    ReplyDelete
  19. Keinginan banyak orang tua ini memasukkan anaknya ke pesantren, demi menyelamatkan masa depan mereka. Memang serem ya ngeliat pergaulan anak-anak jaman sekarang.

    ReplyDelete
  20. Alasan kemandirian, itu yang membuatku dan pasangan sepakat untuk masukin anak ke pesantren.

    ReplyDelete
  21. Kak, ke 9 hal ini akan dapat terjadi bila orangtua sebelum memasukkan anaknya ke pesantren sudah memberi self esteem kepada anak. Yakni anak punya pertahanan diri dan bisa melindungi diri. Karena di pesantren pun ada pula predator anak. Atau bahkan ada anak iseng yang melecehkan temannya

    ReplyDelete
  22. Pendidikan itu penting bagi anak tidak hanya pendidikan untuk ilmu tetapi juga agama soalnya pondasi dalamketerampilan serta pendidikan formal dan informal

    ReplyDelete
  23. Penginnya saya juga begitu, memasukkan anak ke pesantren. Meski pesantren yang dekat saja, tapi paling tidak membuatnya belajar mandiri. Sayangnya, pas pertama kali melepas itu yang bakal banyak drama ya.

    ReplyDelete
  24. Betul banget, kak. Kebetulan aku, suamiku, dua adikku, dan adik iparku semuanya lulusan pesantren, bahkan adikku yg bungsu dan adik iparku masih belum lulus karena masih tahfidz.
    Semoga nanti anakku juga bisa masuk pesantren.

    ReplyDelete
  25. Tapi katanya di pesantren kelemahannya gak baik buat psikologis anak juga ya kak. Karena mereka bertemunya dengan teman sesama jenis terus. Cm dari kelemahan yang hanya segelintir ini emang lebih banyak manfaatnya sih

    ReplyDelete
  26. setuju sih, anak itu yang utama dikenalkan dengan agamanya, tauhid tentang Allah. biar anak bisa menjalani kehidupan dengan ibadah dan tak tertipu dengan dunia. apalagi zaman sekarang semakin seram aja pergaulan. semoga anak-anak kita dimudahkan dalam mempelajari ilmu-ilmu Allah. Aamiin.

    ReplyDelete
  27. Aq kayaknya belum terlepas dengan anak masuk pesantren, kecuali sudah baligh. Sudah bisa memutuskan sendiri. Tapi aq salut sih sama yang mondok dari kecil. Hebat.

    ReplyDelete
  28. Banyak juga ya manfaatnya, pantesan sepupuku dimasukin ke pesantren sama orangtuanya. Apalagi kan kl pesantren lebih banyak pelajaran mengenai ajaran agama yg bagus buat anak,

    ReplyDelete
  29. Selain pendidikan agama yang sangat bagus, tinggal di pesantren juga membuat anak lebih mandiri. Anak menjadi lebih bertanggung jawab atas dirinya sendiri. Jadinya lebih dewasa dan bijaksana.

    ReplyDelete
  30. Di keluarga cuma kakak ketiga yang masuk pesantren
    daar el qolam di balaraja dulu

    aku kayak ga tega masukin anak ke pesantren
    sekolahnya berat itu

    ReplyDelete
  31. Belum bisa bayangin kalau anak sekolah di pesantren. Jauh .... huhu. tapi lihat manfaatnya milih podok yang terjangkau untuk dikunjungi

    ReplyDelete
  32. Di pesantren anak bisa belajar mandiri, kepengen nanti klo punya anak , biar bisa mondok nanti biar bisa bljar ilmu agama dan bisa mandiri

    ReplyDelete
  33. Sepakat... beberapa teman kantor juga memasukkan anak2 mereka ke pesantren...

    ReplyDelete

Post a Comment

Terima kasih sudah berkunjung dan meninggalkan jejak yang positif. Mohon tidak meletakkan link hidup. Salam blogger!

Berlangganan via Email