Khawatirlah dengan Anak Remaja Kita!



Mendidik anak remaja membutuhkan ilmu dan proses yang tidak mudah. Butuh kesabaran, ketegasan, kelembutan, pendampingan, bimbingan dan pengawasan yang maksimal. Khususnya bagi ayah bunda yang memiliki anak perempuan. Biasanya kekhawatiran dan proteksinya sangat tinggi. Seharusnya memang demikian. Justru kurang tepat jika ada orang tua tidak mempunyai rasa khawatir dan proteksi yang tinggi terhadap anak gadisnya.

Orang tua harus sadar bahwa bahaya selalu mengintai anak-anak remaja. Hal yang berbahaya itu salah satunya adalah pergaulan bebas. Pergaulan bebas di sini saya persempit artinya dengan sex bebas atau free sex.

Pergaulan bebas seperti apakah itu? Kapan orang tua harus lebih waspada ?

Segala bentuk kontak fisik atau yang menyebabkan terjadinya kontak fisik dengan lawan jenis di luar nikah termasuk kategori pergaulan bebas. Jika anak remaja kita sudah mulai berani chatingan dengan lawan jenis, 'berduaan' dengan lawan jenis, dan lain-lain. Maka sebagai orang tua harus mulai waspada.

Karena bisa jadi awal musibah terjadinya sex bebas (hubungan intim di luar nikah) terjadi karena orang tua menganggap biasa atau wajar. Orang tua diam, tidak memberikan bimbingan dan pemahaman terhadap anak remajanya yang melakukan telpon dan chat dengan lawan jenis. Padahal ketika orang tua demikian,  anak akan mengartikan sebagai 'lampu hijau' untuk melakukan tindakan yg lebih jauh. Sekali lagi orang tua harus hati-hati dan khawatir terhadap anak remajanya.

Seperti apa yang dilakukan anak remaja saat ini terkait hubungan dengan lawan jenis?

Anak remaja cenderung memiliki rasa ingin tau yang besar terhadap sex. Sehingga pada fase ini mereka harus mendapatkan bimbingan pemahaman dan pendampingan yang baik. Tentang agama, tentang sex dan hubungan lawan jenis. Jika tidak mendapatkan pendidikan tentang hal tersebut, mereka akan berpetualang dengan caranya sendiri. Yang bisa jadi salah dan terjerumus ke hal-hal menyimpang.

Remaja yang kurang bimbingan dan pengawasan akan menjadi petualang untuk memuaskan rasa ingin tahunya. Mereka mulai mencoba-coba membuka situs porno dari laptop atau handphone, menyukai dan menyimpan hal-hal berbau porno. Seperti gambar, cerita, lagu, dan lain-lain yang berbau porno.

Jika gejala ini tidak terdeteksi dan tertangani, akan berlanjut dengan fantasi seksual yang lebih jauh. Bahkan bisa terjadi prilaku sex yang menyimpang.

Bila rasa ingin tahunya semakin kuat dan nafsunya semakin tidak terkendali, mereka mulai mencari pelampiasan dengan lawan jenis. Awal mulanya mungkin hanya dari sekadar chat dan telpon biasa. Berikutnya mulai mengarah ke hal-hal yang berbau porno. Bahkan ada yang berani saling memperlihatkan organ intimnya masing-masing melalui chat atau video call. Mengerikan bukan ?

Sampai seperti ini, ternyata masih ada orang tua yang belum sadar dengan apa yang diperbuat anak remajanya. Lampu hijau lagi buat mereka. Mereka mulai berani mengikat janji, istilahnya mungkin pacaran. Disinilah awal terjadinya petaka itu. Dari sekadar ketemuan, ngobrol biasa hingga ngobrol ke hal yg nyrempet-nyrempet ke pornoaksi. Akhirnya perbuatan mesum pun tidak dapat terhindarkan. Bahkan hingga hamil di luar nikah. Naudzubillahi mindzalik

Banyak faktor sebenarnya yang memengaruhi terjadinya hal di atas, mungkin di kesempatan lain saya akan ulas. Tapi setidaknya bagi para ayah bunda hendaknya tidak lengah, tetaplah waspada. Seringlah mengontrol dan memeriksa history, chat dan history call di handphone putra putrinya. Jika menemukan hal-hal yang mencurigakan, ajaklah bicara dan berikan pemahaman.

Selain itu, berhati-hatilah memberikan ijin keluar kepada anak. Bila perlu jangan berikan ijin keluar jika tidak jelas urusannya. Termasuk ijin menginap di rumah teman, saudara, atau famili. Jika pun harus keluar atau menginap, pastikan dalam pantauan dan pengawasan yang baik. Sekali lagi, khususnya bagi orang tua yang mempunyai anak gadis, harus ekstra ketat pengawasannya. Walaupun ijinnya hanya sebentar atau menginapnya hanya sehari, pastika bersama orang-orang yang baik dan dapat dipercaya. Jadi, orang tua juga harus kenal dan tahu, siapa teman-teman anak remaja kita. Gali informasi tentang akhlak mereka.

Semoga bermanfaat. Quu anfusakum waahlikum naaron  "Peliharalah dirimu dan keluargamu dari api neraka" Semoga kita dan keluarga kita terhindar dari api neraka. Yuk, jaga anak2 kita dan doakan anak-anak menjadi anak yg solih-solihah serta dijaga oleh Allah. Aamiiin
...

By: Masruhin Bagus

0 Comments