Tips Memilah Sampah Menjadi Berkah



Tidak ada sesuatu di dunia ini yang tidak ada gunanya. Dari sesuatu yang terlihat kecil, sepele, mudah didapat, menjijikkan, dipandang sebelah mata, hingga sesuatu yang besar dan sulit didapatkan. Semua ada guna dan manfaatnya. Hanya saja terkadang kita yang belum tahu hikmahnya. Belum menemukan cara memanfaatkannya. Termasuk sampah.

Sebenarnya, untuk sampah sudah banyak yang mengelolanya menjadi sesuatu yang bermanfaat. Banyak orang yang sudah mengubah sampah menjadi berkah. Misalnya sampah yang diubah menjadi pupuk, menjadi hiasan, menjadi karya seni terapan, atau bahkan sampah yang dikumpulkan, dipilah, dan dijual langsung menjadi uang. Sebuah keberkahan bukan?

Pekerjaan sederhana dalam mengelola sampah agar menjadi berkah adalah dengan terlebih dahulu melakukan pemilahan terhadap sampah. Kelihatannya memang sederhana dan kecil tapi akan sangat bernilai jika sudah terkumpul dan  terpilah. Meskipun begitu ? pekerjaan ini jarang orang lakukan.

Langkah awal pemilahan sampah adalah dengan pemilahan sampah yang mengacu pada pemisahan sampah basah dan sampah kering, tujuannya adalah untuk mendaur ulang sampah kering dengan mudah dan menggunakan sampah basah sebagai kompos.

Mengapa kita harus memilah sampah?
Karena ketika kita memilah sampah, ada pengurangan sampah yang ditimbun dan menempati ruang, polusi udara dan air jauh berkurang. Memisahkan sampah juga memudahkan menerapkan berbagai proses pengomposan, daur ulang, dan pembakaran.

Berikut ini beberapa langkah untuk mengelola dan memisahkan sampah:
  1. Sediakan wadah terpisah untuk sampah kering dan basah.
  2. Letakkan dua kantong plastik dalam wadah tersebut. Agar wadah tetap bersih.
  3. Agar tidak keliru, berilah tanda tulisan yang membedakan antara sampah kering dan sampah basah.
  4. Kirim sampah basah keluar dari rumah setiap hari. Simpan dan kirim sampah kering ke luar rumah, seminggu sekali.
  5. Sediakan tempat di luar rumah untuk menimbunnya sebagai bank sampah. Bank sampah kering dan bank sampah basah.
  6. Jika sudah terkumpul dan terpilah, sampah tinggal dimanfaatkan.


Demikian langkah sederhana dalam memilah sampah. Pekerjaan sederhana ini akan lebih ringan jika kita mempraktikkan pengelolaan dan pemisahan sampah secara bersama-sama. Praktik ini dapat dimulai dari komunitas keluarga. Dengan cara memahamkan seluruh anggota keluarga. Sehingga muncul kesadaran dan kepedulian terhadap praktik pemilahan sampah. Setelah semua  faham dan melaksanakannya, maka praktik ini menjadi ringan. 

Hal ini bisa dipraktikkan di lingkup komunitas yang lain, yang lebih besar. Di sekolah, di kantor, di lingkungan kampung, kelurahan, dan lain sebagainya. Akhirnya keberkahan itu akan terus bertambah dan melimpah. Semoga.

0 Comments