Menyapa Kawah Ijen dan Fenomena Blue Fire Banyuwangi

Foto: pixabay.com

Bagi kamu yang punya hobi berwisata alam atau bagi kamu yang suka mendaki gunung pasti sudah pernah berkunjung ke tempat ini. Yaitu Kawah Ijen. Bagi yang belum pernah ke sini dan penasaran dengan tempat ini, tidak ada salahnya bila kamu simak ulasan singkat berikut ini.

Daya tarik dari tempat ini adalah adanya kawah eksotis berwarna hijau toscha. Sebuah danau yang luasnya lima ribu hektare lebih dengan air yang tingkat keasamannya tertinggi di dunia. Selain itu adanya fenomena api biru (blue fire) dari gunung yang masih aktif dengan kepulan asap belerangnya. Sehingga pengunjung yg datang ke sini diwajibkan memakai masker khusus.

Foto : piledlife.wordpress.com


Kawah Ijen sendiri berada di Gunung Ijen Banyuwangi, tepatnya di perbatasan antara Kabupaten Banyuwangi dan Kabupaten Bondowoso. Ketinggian Kawah Ijen sekitar 2.386 Mdpl. Lebih tinggi daripada Gunung Panderman dan Penanggungan.


Foto: dok.pribadi

Waktu yang dibutuhkan untuk sampai ke lokasi ini sekitar 3 - 4 jam. Jalur pendakian juga terbilang mudah. Karena jalur trecking sudah bagus, lebar, dan cenderung landai. Jalur tanjakan juga tidak terlalu ekstrem, sehingga untuk mencapai puncak Kawah Ijen sangat mudah dan bersahabat khususnya untuk wisatawan atau pendaki pemula.

Foto: yopiefranz.com

Untuk sampai ke kawasan wisata ini juga sangatlah mudah. Jika kamu menggunakan kendaraan pribadi, kendaraan bisa langsung di parkir di area parkir Paltuding (pos pertama pendakian). Jika kamu berangkat dari Tuban Jawa Timur, maka kamu membutuhkan waktu sekitar 10 - 12 jam. Kalo anda dari Surabaya membutuhkan waktu sekitar  8 - 10 jam untuk sampai di lokasi pos pertama.

Jika kamu ingin menikmati fenomena blue fire dan sunrise di puncak Gunung Ijen, disarankan melakukan pendakian sekitar pukul 23.00. Karena fenomena blue fire hanya bisa dilihat sekitar pukul 02.00 - 04.00 pagi. Setelah pukul 04.00 para pendaki harus kembali naik dari area Kawah Ijen, menikmati kawah dari ketinggian sambil menunggu matahari terbit.

Bila cuaca lagi bagus dan asap belerang sedang bersahabat, kamu bisa selfie sepuas kamu. Kamu juga bisa mendapatkan spot foto yang instagramable. Melihat pemandangan yang indah tidak hanya dari foto tapi juga bisa menyaksikan langsung dengan mata telanjang.

Ohya, beberapa kelengkapan penting dan biaya yg dibutuhkan ketika ingin mendaki ke Kawah Ijen adalah jaket, skebo/penutup kepala, bandana, masker khusus, senter, dan sarung tangan. Kalau kamu belum bawa perlengkapan, ketika turun di lokasi Paltuding kamu akan langsung ditawari barang-barang tersebut oleh para pedagang.

Harga skebo rajut sekitar 15rb - 20rb, sarung tangan dan bandana/buff sekitar 10rb, senter 25-35rb. Sedangkan untuk masker kamu dapat menyewanya dari para guide atau penyedia Harga sewa sekitar 25-30rb. Untuk tiket masuk hari biasa Rp. 5.000/orang. Pada akhir pekan Rp. 7.500/orang. Harga tiket tersebut berlaku untuk pengunjung domestik. Bagi para turis mancanegara Rp. 100.000 - 175.000/orang.

Eits, ada tambahan info. Sekitar satu kilo dari pos pertama ada persinggahan untuk istirahat, berupa warung kopi lengkap dengan toiletnya. Untuk kopi hitam atau teh panas Rp. 5000/gelas, mie instan gelas Rp. 10.000. Sedangkan toilet sekali masuk Rp.5000. Terjangkau khan gaes !

Foto : dok.pribadi

Ok, guys! Itu info yg dapat saya bagikan. Semoga dapat melengkapi informasi yang ada dan semoga bermanfaat!

1 Comments

  1. Saya pernah ke Kawah Ijen. Sayang, cuaca sedang tidak bersahabat. Mendung dan hujan. Sempat reda sebentar tapi kemudian hujan lagi. Alhamdulillah masih sempat melihat cantiknya Kawah Ijen meski sebentar. Selebihnya tertutup mendung.

    ReplyDelete