8 Tips Bagaimana Saya Melakukan Travelling, Bisa Langsung Dicoba


Sebagian orang bilang, traveling itu tipsnya mudah. Yang penting bawa uang yang banyak, bawa ATM yang gak habis-habis kalau digesek. Semua beres !!
Yakin ?
Ada benarnya. Ya, benar ! tapi uang atau ATM saja gak cukup.
Dalam kondisi tertentu, ya, kalau uangnya ada nilainya? ya, kalau ada yang mau ngehargai uang kita?, Ya, kalau ada mesin ATM? Atau tiba-tiba uang dan ATM kita lenyap?
Maka, menurut saya tetap harus ada persiapan yang lain.
Kali ini, saya ingin berbagi tips agar maksimal ber-Travelling. Setidaknya maksimal dalam persiapan. Semoga dengan persiapan yang matang, Travelling jadi lancar dan sukses.
 Tips tersebut antara lain : memiliki perencanaan yang matang, fokus pada tujuan, dan terakhir mengevaluasi.  

1. Tetapkan Tujuan.


Yang pertama dan penting adalah tujuan. Yaitu, menetapkan tempat dan lokasi yang akan dituju. (ya, iyalah, kalo diam di tempat itu bukan travelling namanya, he.he.)
Ya, selain lokasi yang dituju, maksud dan tujuannya apa di tempat itu? mau ngapain? Ini yang lebih penting untuk memotivasi dan memberikan energi dalam ber-travelling.  

2. Pelajari Destinasinya.



Setelah dipastikan tujuannya, pelajarilah lokasi atau tempatnya. Melihat destinasi Travelling dari berbagai sisi.

Baik sisi keamanan, kenyamanan, biaya, jalur transportasinya, jarak tempuhnya, hingga nilai lebih dari tempat yang akan dituju.

Untuk mendapatkan informasi tentang lokasi atau tempat tersebut banyak caranya, bisa tanya teman-teman yang pernah ke sana atau melalui internet seperti situs-situs Travelling, sosial media, dan lain-lain.

3. Persiapkan Transportasi



Setelah banyak mengantongi  informasi tentang  tempat dan lokasi, berikutnya adalah menyiapkan transportasi.

Mau naik pesawat? Naik kereta api?  Nge-bis? ngojek? Atau bawa mobil sendiri.

Jika membawa kendaraan pribadi, sebaiknya menyiapkan dan memastikan kendaraan yang akan dipakai sehat dan kuat. Termasuk menyiapkan peralatan dan perlengkapan jika ada trouble pada kendaraan.

Jika menyewa kendaraan atau jasa travel, sebaiknya memilih travel dan driver yang berpengalaman. (biar penumpangnya tenang…)

4. Persiapkan Perbekalan.




Perbekalan ini penting. Yang akhirnya, diputuskan kamu mau bawa koper, carrier (backpack), tas cantik, atau tas kresek. He !

Disarankan membawa perbekalan yang tepat guna. Perbekalan yang sesuai dan berguna, tidak merepotkan atau memberatkan. Perbekalan ini tergantung pada kegiatan yang akan dilakukan.

Kegiatan di alam bebas atau kegiatan di dalam ruangan berbeda perlengkapan dan perbekalannya. Untuk alat-alat outdoor, sekarang sangat mudah untuk mendapatkanya, tinggal klik, barang yang kita akan tersedia.

Sehingga, merencanakan kegiatan selama di lokasi juga penting karena berkaitan dengan perbekalan yang dibawa.  Kegiatanya apa saja dan akan berapa lama berada di sana. Jangan lama-lama, dikira nanti minggat! Dan banyak2 bekalnya, dikira nanti mau pindahan rumah ! he he..

5. Persiapkan uang atau biaya.





Uang ini penting, tapi yang lebih penting adalah mengelola uang.
Berapa estimasi biaya selama perjalanan?
Berapa biaya transportasinya?
Berapa biaya akomodasinya? Makan, sewa hotel, belanja, tiket, guide, dll.

Dengan mengetahui bajet anggaran yang akan dikeluarkan, kita bisa menyusun strategi dalam menggunakan anggaran tersebut.

Misalnya strategi mendapatkan dana, dengan mulai menabung sejak dini, strategi mendapatkan tiket transportasi atau hotel yang murah, dengan pemesanan tiket jauh-jauh hari, pake sponshorship, hingga strategi-strategi lain ala backpacker.
Atau Bondho nekat (bonek) yang terukur dan terencana. he.. he…

6. Mengondisikan keamanan dan keselamatan. 





Memastikan diri selama perjalanan dan hingga kembali pulang dalam kondisi selamat dan aman.

Dalam hal ini kita harus bisa memastikan rute yang akan dilalui aman atau tidak?

Dalam perjalanan, bersama teman-teman yang aman dan bisa mengamankan gak?

Maka sarannya, siapkan P3K/obat-obatan pribadi, siapkan alat atau apa saja untuk mempertahankan diri (self defense).

Memperbanyak berdo’a dalam perjalanan dan menjaga adab-adab dalam bepergian.

Tentang hal ini, saya teringat nasihat seorang pemandu para pendaki gunung bahwa:

Tujuan mendaki gunung bukanlah sampainya pendaki di atas puncak gunung, melainkan tujuan mendaki gunung adalah pendaki bisa kembali ke rumah dalam kondisi selamat. Kembali berkumpul dengan keluarga masing-masing. Itu!.

7. Fokus Pada Tujuan. 





Dari awal harus sudah menentukan tujuan. Tujuannya kemana saja, di satu tempat atau dua tempat, harus sudah ditentukan. Hal ini berkaitan dengan banyak hal, seperti biaya, waktu, perbekalan, dan lain-lain.

Saya tidak menyarankan ada tujuan lain di tengah-tengah perjalanan, di luar perencanaan. Apalagi tujuannya jauh dari rute perjalanan. Kalau sekedar mampir sih tidak masalah. Sehingga, kalau tujuannya hanya satu tempat atau satu lokasi saja, dan sudah dilalui, sebaiknya segera kembali pulang. Jangan mampir-mampir!.

8. Evaluasi dan Tulis.





Mengapa perlu dievaluasi? Iya, karena menurut saya setiap perjalanan selalu menyisakan cerita.
Entah itu cerita suka maupun cerita duka. Cerita yang menyenangkan atau cerita yang menegangkan.
Disinilah asyiknya menjadi seorang traveller, harus pandai-pandai mengambil hikmahnya.
Merenunginya dan mengambil pelajaran dari kejadian-kejadian selama perjalanan. Alangkah baiknya jika hal-hal yang terjadi dalam perjalanan bisa ditulis, maka tidak hanya kita yang mendapat pelajaran tapi orang lain juga mendapatkan hikmahnya. Pembaca tahu kisahnya dan mengambil hikmahnya.
Mengakhiri tulisan ini, ada sebuah kata mutiara bagi seorang Traveller dari seorang Traveller dunia Ibnu Batutah, 

“Petualangan, mengubah seorang pendiam menjadi pencerita ulung”.

Selamat ber-travelling !

Referensi : dari berbagai sumber
Pict resource : pixabay.com

0 Comments