Menikmati Makan Yang Beda di Kebun Teh Malang


sumber foto : tabloidwisata.com
Selalu ada cara untuk kembali mengenang saat-saat indah dalam kebersamaan salah satunya adalah Ajang Godhong. Bagi yang belum pernah merasakan makan bersama sambil lesehan dan daun pisang yang digelar memanjang sebagai tempat makanan, maka kamu perlu mencobanya. Bagi yang baru sekali-kalinya merasakan makan dengan Ajang Godhong, bisa jadi suatu saat kamu akan merindukannya. Dan ingin kembali mengulangnya.



Berikut ini, saya akan menuliskan liburan saya bersama teman-teman kantor dua tahun yang lalu. Ceritanya lagi ada kegiatan family gathering gitu!. (gak kurang lama?) He, kebetulan ini lagi ngoprek2 foto di laptop.  Eh, ketemu foto-foto jadul. Oke, Langsung pada pembahasan !
Ajhang godong adalah momen yang mengesankan, yang ditawarkan oleh Wonosari Agro Wisata (WAW) Lawang Malang. Bagi para pengunjung, khususnya yang datang rombongan dan menginap di hotel atau cottage-cottagenya, maka mereka akan menawarkan menu atau fasilitas makan dengan Ajang Godhong, selain fasilitas-fasilitas yang lain.

Kalau kita makan bersama, prasmanan misalnya, hal itu sudah biasa. Makan nasi kotak, meskipun dimakan bersama-sama itu juga sudah mainstream. Bagaimana kalau kita makan bersama-sama dengan wadah atau ajangnya dari daun pisang? Nah, itu baru Yes!,  Ya, kita akan kembali ke zaman dulu, kembali ke desa, yang bisa jadi kita sudah lama meninggalkanya. Yaitu makan bersama dengan Ajang Godhong.

Ajang Godhong itu sangat sederhana. (sekarang sih sudah agak susah cari daun pisang, he..)Persiapannya tidak begitu ribet, cukup daun pisang yang digelar memanjang menyesuaikan jumlah orangnya. Daun pisang digelar di atas lantai atau tanah langsung, bila perlu dilapisi tikar bawahnya. Disarankan tempatnya di alam terbuka, misalnya di antara perkebunan teh, di pematang sawah, dan lain-lain. Menunya pun tidak harus mewah, cukup dengan nasi putih atau nasi jagung, ditambah urapan, ulas-ulas tahu dan tempe, ikan teri, ditambah peyek kacang atau kerupuk. Kalau ingin sedikit maknyus, bisa ditambah dengan ayam bakar. Waw, pasti mantap !

Sebelum acara dimulai, peserta Ajang Godhong duduk mengelilingi makanan yang sudah tersaji. Kemudian panitia memberikan sambutan dan membuka acara. Untuk sambutan disarankan tidak terlalu lama, cukup singkat, padat dan jelas. Jika terlalu lama dikhawatirkan pesertanya pada ngiler dan menelan ludah berkali-kali. Atau jika kelamaan sambutanya, peserta Ajang Godhong akan menyerang target di depannya tanpa menghiraukan komando. Kemudian, dilanjutka berdo’a dan makan bersama-sama. Pemandangan yang mengesankan, guyup dan rukun. Bisa jadi dari kesederhanaan itulah, ada  kebahagiaan dan keindahan


Selain fasilitas Ajang Godhong, ada fasilitas lain yang luar biasa yaitu keindahan kebun teh yang menawan. Selama berada di sana, sejauh mata memandang, yang ada adalah hamparan permadani berwarna hijau. Hamparan itu adalah kebun teh yang luas dan berbukit-bukit. Untuk menikmati aroma segar dari pucuk-pucuk daun teh, kamu bisa mencoba untuk memetiknya. Selain itu kamu juga bisa berjalan kaki menyusuri jalan di sela-sela kebun teh. Jangan lupa untuk berfoto selfie di antara pohon-pohon teh tersebut. Jika belum puas, kamu juga bisa menikmati hamparan hijau tersebut dengan menggunakan kendaraan mobil Jeep, sepeda motor Trail atau ATV. Semuanya sudah disiapkan oleh pihak WAW. Dengan kendaraan tersebut, kamu akan menikmati hamparan kebun teh dari ketinggian dengan udara yang sangat segar dan sejuk.

Di pagi hari, belum lengkap kalau kamu belum merasakan aroma dan hangatnya teh asli Wonosari. Teh asli yang diambil dan diracik dari kebunnya langsung. Kamu akan dibawa pada suasana yang damai, melupakan sejenak kepenatan rutinitas dengan menikmati harmoni alam dan ditemani secangkir teh Rollas. Oke, sekarang kamu mau teh atau susu ? atau teh susu?

0 Comments